one step at the time

Jumat, 20 Juni 2014

Analisa Mengenai Pernikahan Beda Agama dilihat dalam Perspektif-Perspektif Sosiologi dan Filsafat Manusia

Pernikahan adalah pembentukan kata benda dari kata dasar nikah yang juga merupakan upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan itu sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku dan kesempatan untuk merayakannya bersama seluruh keluarga dan kerabat.

Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan atau perintah dari kehidupan yang diwujud nyatakan dalam perbuatan, narasi, maupun simbol.

Pernikahan beda agama tidak dapat terhindarkan pada zaman ini. Globalisasi yang mewujud nyatakan perjumpaan tidak hanya terjadi pada individu antar umat beragama, melainkan juga yang beda agama. Beni cinta bias tumbuh dimana saja dan kapan saja dalam suasana berbeda agama. Orang tua tak mungkin bias membatasi agar anaknya bergaul dengan yang seagama. Hal tersebut mengundang banyak pro dan kontra. Namun bagi saya, hal tersebut tidaklah penting. Saya tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan agama dalam suatu pernikahan karena hal tersebut bukanlah sebuah halangan. Menurut saya dengan adanya perbedaan tersebutlah yang memberi kelengkapan yang sempurna dalam sebuah rumah tangga, karena bagi saya pribadi, intinya jika sepasang kekasih sudah bertekad untuk menikah pastinya mereka sudah dapat menerima pasangannya tersebut apa adanya dan siap untuk melalui secara bersama-sama dan konsisten. Pernikahan bukan hal yang sepele karena itu merupakan suatu tindakan sacral yang penuh makna, jika seseorang akan memutuskan untuk menikahi pasangannya pastinya dia sudah melakukan evaluasi maupun saling berbagi pendapat satu sama lain hingga mencapai kesepakatan yang terbaik bagi kedua belah pihak.

Terdapat empat (4) jenis perspektif yang ada dalam sosiologi, diantaranya :
  • Perspektif Evolusionis, merupakan perspektif teoritis paling awal dalam sosiologi. Penganutnya adalah Auguste Comte dan Herbert Spencer. Perspektif ini mengulas mengenai bagaimana manusia bias tumbuh dan berkembang dalam kelompok masyarakatnya.Contoh dari kasus yang diangkat mengenai pernikahan, dimana dua orang individu dapat bersatu itu membutuhkan waktu yang lama, bahkan melewati berbagai macam kendala dan yang lainnya hingga terciptanya kesepakatan yang menyatukan mereka.
  • Perspektif Fungsionalis, merupakan perspektif yang melihat masyarakat sebagai sebuah jaringan teorganisir yang masing-masing mempunyai fungsi. Setiap individu mempunyai fungsi satu sama lain, maka dari itu dengan adanya fungsi tersebutlah yang menciptakan sikap saling melengkapi.
  • Perspektif Interaksionisme, pandangan yang mengkaji masyarakat dari interaksi simbolik yang terjadi di antara individu dan kelompok masyarakat.
  • Perspektif Konflik, merupakan pendekatan yang didasarkan pada pemikiran Karl Max, dimana melihat masyarakat berada dalam konflik yang terus-menerus diantara kelompok atau kelas.
Filsafat manusia adalah suatu cabang dari filsafat yang mengupas tentang arti menjadi manusia yang merupakan makhluk yang berhadapan dengan diri sendiri dalam dunianya.
Pernikahan merupakan suatu "penyatuan cinta". Pernikahan dimulai dengan cinta karena adanya dua individu yang bersatu dan berkembang atas nama cinta. Seluruh kehidupan bersama sebagai pasangan suami dan istri didasarkan oleh cinta, maka walaupun mereka datang dari gama yang berbeda pun tidaklah menjadi sebuah halangan maupun masalah. Dengan kebijaksanaan dan sikap dewasa yang dimiliki individu masing-masing tersebut serta memiliki komitmen, tanggung jawab, dan komitmen itulah yang membuat mereka dapat memilih dan melewati pernikahan secara beda agama.

Disaring dari sumber dibawah ini, pada hari Jumat, 20 Juni 2014, pukul 20:00 WIB :
http://id.wikipedia.org/wiki/
http://islamlib.com/?site=1&aid=1743&cat=content&cid=11&title=hukum-nikah-beda-agama
http://bujang-blagak.blogspot.com/2012/05/perspektif-dalam-sosiologi-dan.html



 


Kamis, 19 Juni 2014

Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial

Perilaku Kolektif

Adalah perilaku yang relatif spontan dan tidak terstruktur dari sekelompok orang yang bereaksi terhadap pengaruh umum dalam situasi ambigu (Smelser). Perilaku kolektif merupakan perilaku yang :
  • Dilakukan bersamaan oleh sejumlah orang
  • Bersifat spontanitas dan tidak terkonsep
  • Tidak bersifat rutin
  • Merupakan tanggapan pada rasangan tertentu

Muncul Perspektif Norma
Selama periode perilaku kolektif, definisi perilaku apa yang tepat atau tidak muncul dari kerumunan.

Model Nilai Tambah
Menjelaskan seberapa luas kondisi sosial yang berubah dalam pola tertentu ke dalam beberapa bentuk perilaku kolektif :
  • Kondusifitas struktural
  • Regangan struktural
  • Keyakinan umum
  • Faktor pencetus
  • Mobilisasi tindakan
  • Latihan kontrol sosial
Assembling perspective : Meneliti bagaimana dan mengapa orang bergerak dari titik yang berbeda dalam ruang untuk lokasi umum.
Periodic assemblies : Berulang, pertemuan yang relatif rutin seperti kelompok kerja, kelas kuliah, dan acara olahraga.
Nonperiodic assemblies : Meliputi demonstrasi, parade, dan pertemuan di acara-acara seperti kebakaran dan penangkapan.

Crowd : Pengelompokan sementara didekat orang-orang yang saling berbagi focus umum atau kepentingan.

Mode : Pola sementara perilaku yang melibatkan sejumlah besar orang.

Fashion : Massa menyenangkan keterlibatan yang menampilkan penerimaan oleh masyarakat dan kontinuitas sejarah.

Craze : Keterlibatan massa yang menarik yang berlangsung selama jangka waktu yang lama.

Rumor :
  • Menyediakan grup dengan keyakinan yang sama
  • Sarana beradaptasi dengan perubahan
  • Memperkuat ideology rakyat dan kecurigaan media massa
Public : Kelompok yang tersebar namun belum tentu berhubungan satu sama lain tetapi berbagi minat dalam satu masalah.

Opini Public : Ekspresi sikap mengenai masalah-masalah kebijakan publik yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan.


Gender dan Gerakan Sosial

Wanita sering dianggap lebih sulit daripada laki-laki dalam posisi kepemimpinan di organisasi gerakan sosial. Gender dapat mempengaruhi cara kita melihat upaya terorganisir untuk menolak perubahan.

Gerakan sosial baru : kegiatan kolektif terorganisir yang mempromosikan otonomi, penentuan nasib, dan peningkatan kualitas hidup yang umumnya tidak melihat pemerintah sebagai sekutu mereka.

Disaring dari sumber dibawah ini pada hari Kamis, 19 Juni 2014, pada pukul 15:12 WIB :
www.binusmaya.binus.ac.id
www.wikipedia.org/PerilakuKolektif













Globalization, Technology, Mass Media, and Social Change

Teori-teori Perubahan Sosial

1. Teori Evolusi
Tampilan masyarakat sebagai bergerak dalam arah tertentu, umumnya maju ke tingkat yang     lebih tinggi.
2. Teori Fungsionalis
Fokus pada apa yang memelihara sistem, bukan apa perubahan itu.
Model keseimbangan: Sebagai perubahan terjadi di salah satu bagian dari masyarakat, harus ada penyesuaian di bagian lain. Terdapat empat proses perubahan sosial menurut Parson, yaitu :
Diferensiasi, Upgrade adaptif, Pencantuman, dan Nilai generalisasi.
3. Teori Konflik
Perubahan diperlukan untuk memperbaiki ketidakadilan sosial dan ketidaksetaraan. Marx berpendapat bahwa dengan evolusi sosial, setiap tahapan bukanlah perbaikan yang tak terelakkan atas sebelumnya.

Perubahan Sosial

Faktor Ekonomi dan Budaya
Upaya untuk mempromosikan perubahan sosial cenderung untuk bertemu dengan resistensi (perlawanan).
Vested Interests: Orang atau kelompok yang akan menderita jika terjadi perubahan sosial.
Culture Lag: Periode ketidakmampuan ketika kebudayaan nonmaterial masih berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi materi baru.

Teknologi dan Masa Depan

Luddites: Menanggapi Revolusi Industri, beberapa kelompok menggerebek pabrik dan menghancurkan mesin.
1. Teknologi :Informasi tentang bagaimana menggunakan sumber-sumber materi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.
2. Teknologi Komputer
3. Bioteknologi :
  • Sangat bermanfaat bagi manusia, tetapi membutuhkan pemantauan konstan.
  • Terdapat rekayasa genetik yang dapat memungkinkan untuk mengubah hewan dan perilaku manusia. Kontroversi berkembang selama rekayas genetik.

Globalisasi

Diambil dari kata global yang mempunyai makna yaitu universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak maupun elektronik. Ada pula yang mengatakan globalisasi yaitu hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi dan juga merupakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

Media Massa

Merupakan sebuah media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas.
Media :
  • Sosialisasi
  • Menegakkan norma-norma sosial
  • Memberi status
  • Mempromosikan konsumsi
  • Dapat bertindak seperti narkotika
Pandangan Feminis

Feminis berbagi pandangan konflik atas media massa dengan menggambarkan realitas sosial yaitu bahwa kaum hawa kurang terwakili, mengabadikan pandangan stereotip gender, dan tekanan peran seks tradisional serta menormalkan kekerasan terhadap perempuan.

Penonton atau Audience

The Segmented Audience adalah proses membagi orang ke dalam subkelompok yang homogeny berdasarkan kriteria yang ditetapkan seperti penggunaan produk, demografi, psikografis, perilaku komunikasi, dan penggunaan media.

Kebijakan Sosial dan Media Massa

  1. Media Kekerasan, penting bagi khalayak ramai untuk menyadari faktor-faktor lain selain media juga terkait dengan perilaku agresif.
  2. Wawasan Sosiologis, jika fungsi media adalah untuk menghibur, bersosialisasi, dan menegakan norma-norma sosial, maka bisa kekerasan menjadi bagian dari pesan tersebut. Bahkan jika viewer tidak selalu agresif dengan melihat gambar kekerasan, mungkin ada desensitisasi. Teori konflik dan feminis cukup menggambarkan bahwa para korban digambarkan dalam citra kekerasan yang sering terjadi, meliputi : wanita, anak-anak, kemiskinan, ras minoritas, warga negara asing, dan cacat fisik.


Inisiatif Kebijakan

Pembuat kebijakan menanggapi hubungan antara kekerasan yang digambarkan dalam media dan agresi kehidupan nyata dimana pernyataan publik merupakan dukungan untuk konten kurangnya kekerasan media yang berorientasi keluarga.

Disaring dari sumber dibawah ini pada hari Kamis, 19 Juni 2014 pada pukul 14:20 WIB :
www.binusmaya.binus.ac.id





Rabu, 18 Juni 2014

Colonialism and Development, Cultural Exchange and Survival

Imperialism
Adalah setua negara atau suatu kebijakan di mana sebuah negara besar dapat memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain agar negara tersebut bisa berkembang. Imperailism mengacu pada kebijakan memperluas kekuasaan suatu bangsa atau kerajaan atas bangsa-bangsa asing dan mengambil dan menahan koloni asing. Kolonialisme mengacu pada dominasi politik, social, ekonomi, dan budaya suatu wilayah bersama rakyatnya oleh kekuatan asing untuk jangka waktu. Kolonialisme modern dimulai dengan Age of Discovery di mana negara-negara Eropa mendirikan koloni di sebuah negara baru.

British Colonialism
Tahap pertama dari kolonial Inggris terkonsentrasi pada dunia baru (The New World), barat Afrika, dan India, serta datang dekat dengan Revolusi Amerika. Selama periode kedua kolonialisme, Inggris akhirnya menguasai sebagian besar India, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan sebagian besar dari Afrika timur dan selatan. Upaya kolonial Inggris dibenarkan oleh apa yang disebut dengan "Kipling" yaitu beban orang kulit putih yang menegaskan bahwa penduduk asli tidak mampu mengatur diri mereka sendiri dan membutuhkan kulit putih, kolonialisme Inggris menyediakan dan menjaga ketertiban.

French Colonialism
Kolonialisme Perancis lebih disebabkan oleh negara, gereja, dan militer, bukan oleh kepentingan bisnis. Tahap pertama dari upaya kolonialisme Perancis difokuskan di Kanada, Wilayah Louisiana, Karibia, dan Afrika Barat. Selama fase kedua kolonialisme Perancis (Perang Dunia II), kekaisaran tumbuh dengan menyertakan sebagian besar Afrika Utara dan Indochina. Perancis menggunakan dua bentuk pemerintahan kolonial :
1. Pemerintahan tidak langsung mengacu pada praktek Perancis memerintah melalui struktur politik pribumi dan pemimpin.
2. Pemerintahan langsung mengacu pada praktek Perancis memaksakan pemerintahan baru pada penduduk asli.

Colonialism and Identity
Perbedaan etnis dan politik di seluruh dunia sangat terganggu oleh kolonialisme. Sebagai contoh, banyak dari batas-batas politik modern di Afrika Barat didasarkan pada linguistik, politik, dan ekonomi kontras yang merupakan hasil dari kebijakan kolonial Eropa pada wilayah tersebut.

Postcolonial Studies
Kajian postkolonial mengacu pada penelitian yang menargetkan interaksi antara negara-negara Eropa dan masyarakat yang dijajah. Istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada paruh kedua abad ke-20 dan untuk menandakan posisi melawan imperialism dan Eurosentrisme.

Development : Philosophy
Sebuah filosofi intervensi adalah pembenaran ideologis untuk campur tangan dalam kehidupan penduduk asli yang didasarkan pada asumsi bahwa seseorang memiliki cara yang unggul dalam hidup maupun berpikir.

Development : Problems
Situasi dianggap sebagai masalah yang dihasilkan dari gaya hidup pribumi mungkin sebenarnya akibat dari dampak sistem dunia pada gaya hidup itu.
Efek sistemik proyek pembangunan sebenarnya bisa berbahaya (misalnya, pajak, dan kenaikan sewa dalam menanggapi mengangkat pendapatan).
Ahli difokuskan secara sempit tidak mungkin untuk menyadari implikasi spektrum yang luas dari skema pembangunan.

Cultural Exchange and Survival

Peningkatan kontak antara budaya telah menciptakan kemungkinan meningkat untuk dominasi satu kelompok dengan yang lain, melalui berbagai cara. Saat ini, dominasi paling sering datang dalam bentuk perusahaan multinasional berbasis-core menyebabkan perubahan ekonomi dalam budaya Dunia Ketiga. Dua sumber budaya bentrokan:
1. Ketika pembangunan mengancam masyarakat adat dan lingkungan (misalnya, Brazil dan New Guinea).
2. Ketika hubungan eksternal mengancam masyarakat adat (misalnya, Madagaskar, di mana peraturan lingkungan internasional menyapu mempengaruhi lifeways subsisten tradisional).

Imperialisme Budaya
Imperialisme budaya mengacu pada penyebaran satu budaya dengan mengorbankan orang lain biasanya karena pengaruh ekonomi atau politik diferensial.

Transnational Culture
Seperti media massa, arus modal telah menjadi desentralisasi, membawa dengan itu pengaruh budaya dari berbagai sumber (misalnya, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Kanada, Jerman, Belanda).
Buruh migran juga berkontribusi terhadap difusi budaya.

Postmodernism
Menjelaskan waktu dan situasi-hari ini dunia dalam fluks, orang-orang ini pada langkah yang telah belajar untuk mengelola beberapa identitas tergantung pada tempat dan konteks.
Postmodern merujuk runtuh pembedaan tua, aturan, kanon, dan sejenisnya.
Postmodernisme (berasal dari gaya arsitektur) mengacu pernyataan teoritis dan penerimaan berbagai bentuk kebenaran, bertentangan dengan modernisme, yang berbasis di supremasi diasumsikan teknologi Barat dan nilai-nilai.
Globalisasi mengacu pada meningkatnya keterhubungan dunia dan rakyatnya.
Dengan keterhubungan ini, bagaimanapun, datang basis baru untuk identitas (misalnya, Pan identitas India yang tumbuh di antara suku-suku yang berbeda sebelumnya).


Sumber :
www.binusmaya.binus.ac.id
Pada pukul 20:48 WIB

Jumat, 09 Mei 2014

HUMAN SOCIAL PROBLEMS

Masalah sosial yang terjadi sekarang ini sangatlah beraneka ragam. Mulai dari kriminalitas, penyimpangan, kontrol sosial, maupun ketidaksetaraan global. Pada bahasan kali ini saya akan menjelaskan satu-satu dari masalah sosial yang ada dalam kehidupan kita.

Kriminalitas (Crime)
Kriminalitas maupun kejahatan mempunyai arti yang sama. Pengertian kriminalitas adalah pelanggaran suatu norma atau aturan. Pelakunya dapat dijatuhi hukuman. Dalam pengertian yang spesifik, kriminalitas merupakan suatu perilaku jahat yang melanggar hukum yang berlaku di suatu negara.

Daftar Kejahatan :
- Pembunuhan
- Pemerkosaan
- Perampokan
- Penyerangan
- Pencurian
- Pencurian kendaraan bermotor
- Pembakaran

Jenis-jenis kejahatan :

Sosiolog mengklasifikasi kejahatan dalam hal bagaimana mereka berkomitmen dan bagaimana masyarakat memandang pelanggaran.

1. Kejahatan tanpa korban
Pertukaran yang dilakukan secara sukarela antara orang dewasa secara luas sesuai yang diinginkan, bersifat illegal, dan berupa barang maupun jasa.

2. Kejahatan professional
Banyak orang yang membuat karirnya dalam kegiatan illegal.
- Profesional kriminal adalah orang yang mengejar kejahatan sebagai pekerjaannya sehari-hari.

3. Kejahatan terorganisir
Kelompok yang mengatur hubungan antara berbagai perusahaan kriminal yang terlibat dalam kegiatan yang illegal.
- Mendominasi bisnis illegal
- Berfungsi sebagai sarana mobilitas ke atas, untuk kelompok orang yang berjuang keluar dari kemiskinan.

4. Kejatahan kerah putih dan kejahatan berbasis teknologi
- Kejahatan kerah putih : tindakan ilegal yang dilakukan dalam rangka kegiatan usaha.
- Kejahatan komputer : penggunaan teknologi tinggi untuk melakukan penggelapan atau penipuan elektronik.
- Kejahatan korporasi : setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang dihukum oleh pemerintah.

5. Kejahatan karena rasa benci
Pengganggu termotivasi untuk memilih korban berdasarkan ras, etnis, agama, atau beberapa karakteristik pribadi, dan kebencian yang mendorong perilaku untuk melakukan kejahatan.

6. Kejahatan transnasional
Kejahatan yang terjadi di beberapa perbatasan nasional.
- Kebanyakan contoh yang mengerikan adalah pada kasus perbudakan.
- Kerjasama bilateral dalam pengejaran terhadap penjahat perbatasan dilakukan bersama.

Penyimpangan (Deviance)
Merupakan perilaku yang melanggar standar perilaku atau harapan dari kelompok maupun dari masyarakat. Melibatkan pelanggaran dalam norma kelompok yang mungkin ataupun tidak diformalkan kedalam hukum. Penyimpangan dapat terjadi dalam masyarakat tertentu dan dalam waktu yang tertentu pula.
- Penyimpangan dan stigma social
Stigma merupakan label yang diberikan oleh masyarakat yang digunakan untuk mendevaluasi anggota kelompok sosial tertentu (Goffman).
- Penyimpangan dan teknologi
Dengan adanya inovasi pada teknologi maka dapat mendefinisikan kembali interaksi sosial dan standar perilaku yang berhubungan dengan mereka.

Kontrol Sosial (Social Control)
Teknik dan strategi yang digunakan untuk mencegah perilaku manusia yang menyimpang dalam berbagai masyarakat.
- Orang tua
- Kelompok sebaya
- Sekolah
- Perusahaan
- Pemerintahan
Sanksi : hukuman dan penghargaan untuk perilaku yang menyangkut norma sosial.
Fungsionalis : orang harus menghormati norma-norma sosial jika ada kelompok atau masyarakat yang bertujuan pula untuk bertahan hidup.
Teori konflik : sukses berfungsinya masyarakat secara konsisten menguntungkan kelemahan dari kelompok lain.

Kesesuaian dan ketaatan (Conformity and Obedience)
Kesesuaian : pergi bersama dengan rekan-rekan yang tidak memiliki hak khusus untuk mengarahkan perilaku.
Ketaatan : kepatuhan dengan otoritas yang lebih tinggi dalam struktur hirarki.

Informal dan formal kontrol social (Informal and Formal Social Control)
Kontrol sosial informal : digunakan untuk menegakkan norma-norma dengan santai.
Kontrol sosial formal : dilakukan oleh agen resmi

Hukum dan masyarakat (Law and Society)
Beberapa norma sangat penting bagi masyarakat bahwa mereka diformalkan dalam undang-undang.
Hukum : lembaga kontrol sosial. Tatanan hukum mencerminkan nilai-nilai bagi mereka dalam posisi untuk melaksanakan kewenangan.
Teori kontrol : koneksi terhadap masyarakat menuntut untuk secara sistematis sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakat.

PERSPEKTIF FUNGSIONALIS
Warisan Durkheim
Hukuman didirikan untuk membantu mendefinisikan budaya agar dapat diterima perilakunya dan berkontribusi terhadap stabilitas.
Anomie : kehilangan arah terasa di masyarakat ketika kontrol sosial dari perilaku individu telah menjadi tidak efektif.

MODERNIZATION
Proses yang telah dilalui dimana Negara perifer yang bergerak dari lembaga tradisional untuk karakteristik orang-orang dari masyarakat yang lebih maju.

GLOBAL INEQUALITY (Ketidaksetaraan Global)
Merupakan suatu keadaan yang mengacu pada sejauh mana pendapatan dan kekayaan didistribusikan secara merata di antara penduduk dunia.


Disaring dari sumber di bawah ini pada hari Rabu, 14 Mei 2014, pada pukul 20:04 WIB :
binusmaya.binus.ac.id
http://inequality.org/global-inequality/




Minggu, 06 April 2014

FILSAFAT JEPANG

JEPANG

Kebudayaan Jepang telah banyak berubah dari zaman ke zaman dari kebudayaan asli negara ini. Setalah beberapa pengaruh dari gelombang imigrasi dari benua lain disekitar Kepulauan Pasifik yang diikuti dengan masuknya budaya Tiongkok, Jepang memgalami masa isolasi yang panjang dari dunia luar dibawah Kashogunan Tokugawa sampai datangnya "The Black Ships" dan era Meiji. Banyak pengaruh kebudayaan yang mengkombinasi dalam negara ini yaitu Asia, Eropa, dan Amerika Utara. 
Di negara Jepang istilah filsafat disebut Kitetsugaku yang berarti ilmu mencari kebijaksanaan yang diperkenalkan oleh Nishi Amane pada tahun 1862 yang 12 tahun kemudia ia singkat istilahnya menjadi "tetsugaku" yang menggambarkan sesuatu yang dirasakan menguntungkan untuk Jepang sebagai suatu kondisi yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang modern. 

Tetsugaku adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti filsafat. Terdapat tiga fakta dasar mengenai filsafat Jepang, yaitu :
1. Filsafat Jepang dimulai pada era Meiji dengan mengkombinasikan konsep-konsep Budha yang kemudian       menjadi Tetsugaku.
2. Logika empirisme diperkenalkan setelah Perang Dunia kedua.
3. Filsafat ilmu yang beraliran Marx muncul pada tahun sekitar 1930-an dengan tokoh utamanya bernama Mitsuo Taketani yang mempublikasikan Doktrin Tiga Tahap Pengembangan Ilmu pada tahun 1936. 

Tetsugaku digunakan untuk menggambarkan bahwa masyarakat Jepang terkadang pemilih terhadap hal-hal yang dapat membantu pembangunan masyarakat modern, terkadang muncul ketidakpercayaan akibat hilangnya spiritualitas dengan munculnya ancaman yang bersifat etnosentris karena mereka tidak terbiasa dengan hal-hal baru. Keberadaan sejarah filsafat di Jepang tidak cukup untuk membuktikan bahwa filsafat Jepang cukup dikenal. Dapat dikatakan bahwa filsafat di Jepang diadopsi dari filsafat Cina maupun dari Barat, karena Jepang tidak memiliki filsafat asli. Sebetulnya filsafat Jepang dapat tercipta bukan karena hanya menyalin maupun mengadopsi, melainkan mengembangkan filsafat Timur dan Barat dengan mempelajari masalah-masalah yang ada dengan cara yang baru dan mengembangkannya sesuai dengan gaya Jepang. 

Tujuan utama filsafat pada abad ketujuh dan kedelapan adalah untuk mengintegrasikan ide-ide yang tersedia, baik asing maupun pribumi menjadi sebuah pandangan dunia yang sistematis dalam pelayanan stabilitas politik. 

Sejarah filsafat di Jepang dibagi menjadi empat periode yang meliputi :
1. Buddhisme
Merupakan salah satu sumber-sumber filsafat Jepang. Meskipun berasal dari India, Buddhisme berkembang dengan budaya yang berbeda dan itulah yang membuat Buddhisme Cina yang paling langsung mempengaruhi pemikiran Jepang yang disebarkan oleh pangeran Shotoku dengan memberikan moral yang baik kepada masyarakatnya yang berbunyi "walaupun orang lain membuat kita marah, marilah kita takut akan kesalahan kita sendiri, dan walaupun kita sendiri mungkin benar, mari kita ikuti yang lebih banyak dan bersikap seperti mereka". Nilai keselarasan ini ditekankan berulang kali dalam Konstitusi sedemikian rupa sehingga pedoman moral dapat berkuasa. Buddhisme mendorong pencapaian keadaan yang cerah di mana satu akhirnya menyadari bahwa sifat utama realitas adalah Keesaan transenden yang dipahami sebagai realitas empiris sebagai sesuatu yang kosong. Tujuan akhirnya adalah untuk membuktikan kekosongan dari semua akar tentang keberadaan alam semesta dengan menarik perhatian pada pengalaman nyata yang transenden dimana dalam mempelajari Buddhisme adalah untuk mempelajari diri sendiri dengan melupakan diri sendiri untuk mewujudkan diri sebagai segala sesuatu dengan menanggalkan pikiran sendiri, tubuh, maupun orang lain. Buddhisme mengajarkan bahwa egoisme adalah penyebab utama dari penderitaan manusia dan ketidakpuasan, dengan mengontrol keinginan dan menghilangkan egoisme maka seseorang dapat mencapai perdamaian dan harmoni batin. 

2. Konfusianisme
Selama periode Tokugawa, minat baru terhadap etika praktis dan pemerintah menyebabkan hadirnya konfusianisme. Beberapa unsur Konfusianisme sudah hadir dalam kebudayaan Jepang yang ditularkan dari Cina selama fase Budha. Pangeran Shotoku menganut beberapa elemen yang meliputi "Bila anda menerima perintak kekaisaran, gagal tidak cermat untuk mematuhinya. Tuhan adalah Surga, bawahan adalah Bumi. Jika bumi berusaha untuk menyebarluaskan, Surga hanya akan jatuh dalam kehancuran. Oleh karena itu, ketika penguasa berbicara maka bawahan harus mendengarkan". 
Konfusianisme memberi Jepang model hirarki untuk tatanan sosial dan politik yang difokuskan pada interaksi pribadi, menjelaskan tanggung jawab akan tugas yang relevan dengan lima hubungan dasar : tuan-hamba, orang tua-anak, suami-istri, tua muda dan teman-teman. 
Konfusianisme mengidentifikasi pola pikir optimis dan humanistik yang dilakukan sendiri dengan cara meneladani sikap positif dalam berbagai peran sosial.
Konfusianisme mengandaikan bahwa pikiran dan perilaku berjalan seiring sehingga tidak ada hal seperti itu sebagai ide baik dari seseorang yang bersifat buruk adalah orang yang tidak berperilaku sesuai dengan peran  sosial yang dimilkinya. 

3. Shintoisme
Adalah tradisi keagamaan Jepang yang paling jelas mencerminkan pandangan asli dari Jepang. Shinto telah mengalami perubahan terutama sejak restorasi Meiji 1868 yang mengungkapkan bahwa perubahan di bidang politik dan sosial berarti perubahan dalam arti Shinto itu sendiri yang adalah paham lokal dan berbasis kuil bukan berakar pada tradisi doktrinal. 
Sepanjang sejarah Jepang, Shinto telah memberikan upacara ritual bagi pemerintahan dan masyarakat yang bercita-cita etis dan banyak dari keyakinan agama yang sebenarnya berasal dari Konfusianisme dan Buddhisme. Setelah restorasi Meiji tahun 1868 muncul bentuk baru dari Shinto sebagai "Negara Shinto" yang dikembangkan oleh pemerintah Jepang dalam usaha untuk menutup pintu masa lalu feodal Jepang dan menyatukan pikiran orang Jepang dalam program modernisasi dan perluasan industri dalam rangka untuk mengejar ketinggalan dengan Barat dengan dipaksa untuk beradaptasi. Shinto telah berkontribusi kuat terhadap pandangan Jepang bahwa identitas seseorang didefinisikan oleh masyarakat daripada kepentingan dalam individu, juga memberikan orang Jepang rasa nasionalisme yang tinggi melalui mitos penciptaan. 

4. Filsafat Jepang setelah periode Meiji 
Filsuf Jepang dengan cepat mengenal kesamaan antara filsafat holistik dan interpretasi mereka sendiri yang berasal dari warisan filsafat Buddhis. Nishida menerapkan metode fenomenologis, tetapi juga mengambangkan sebuah kritik terhadap proyeknya yang menyatakan telah memberikan prioritas yang lebih kepada konsep waktu atas ruang. Nishida memperkenalkan konsep tentang pengalaman murni. 
Kesadaran individu yang dipertahankan oleh para filsuf sekolah Kyoto pada tahun 1930 mendukung meningkatnya ideologi pada waktu itu dengan meninggalkan kepentingan subyektif demi kepentingan negara. Sekolah kyoto telah banyak dikritik karena hal ini, terutama dari gerakan demokratis dan Marxis di Jepang. Filsafat Jepang mengalami ketegangan antara mengatasi dualitas subyek-obyek pemikiran Barat, namun di satu sisi terdapat perkembangan berpikir secara kritis. 

Setelah restorasi Meiji
Kekalahan dalam perang dunia kedua menyebabkan banyak filsuf memikirkan kembali posisi mereka. Dalam mengingatkan semangat para pemikir Budda Kamakura, banyak filsuf yang telah berpaling untuk memeriksa kembali sifat eksistensi manusia yang sekarang dapat dirumuskan dalam kaitannya dengan problematika eksistensialisme maupun Buddhisme. Pada saat yang sama beberapa filsuf Jepang terus meneliti studi ilmiah filsafat Barat. Terakhir dan terutama sejak tahun 1960-an, ada individu dan kelompok filsuf yang telah meneliti arah provokatif baru yang menggambarkan ide-ide mereka dari berbagai sumber termasuk Barat, psikoanalis ilmu pengetahuan dan fenomenologi serta pemikiran Asia tradisional dan obat. Fenomena ini adalah contoh lain dari pola berulang dalam sejarah filsafat Jepang : Asimilasi dan Adaptasi dari ide-ide asing terhadap latar belakang dari tradisi yang berkelanjutan. 

Disaring dari sumber dibawah ini pada hari Minggu, 6 April 2014 pada pukul 20:03 WIB :




Senin, 31 Maret 2014

Filsafat Yunani dan Romawi

FILSAFAT YUNANI

Orang yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai banyak sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng yang berarti suatu kebenaran lewat akal pikir (logis) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos  (dongeng-dongeng) dan juga mengembangkan kepercayaan dunia barat tentang tubuh dan pendidikan jasmani karena pengaruh Yahudi dan Fenisia. Terdapat dua sistem metafisik di Yunani, yaitu : Naturalistik dimana kodrat manusia merupakan hal yang baik dan harus diseimbangkan baik jasmani maupun rohani, dan Anti-Naturalistik dimana kodrat manusia yang harus dijunjung lebih tinggi adalah pikiran daripada tubuh. 
Setelah abad ke-6 SM muncul sejumlah ahli pikir yang menentang adanya mitos. Mereka menginginkan adanya pertanyaan tentang alam semesta ini yang jawabannya dapat diterima akal (rasional). Keadaan yang demikian ini sebagai suatu demitiologi yang artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi. Upaya para ahli pikir untuk mengarahkan kepada suatu kebebasan berfikir ini kemudian yang membuat banyak orang mencoba suatu konsep yang dilandasi kekuatan akal pikir secara murni, maka timbullah peristiwa ajaib The Greek Miracle yang artinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia.
Yang dimaksud dengan akal disini ialah akal logis yang bertempat di kepala, sedangkan hati adalah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada.akal itulah yang menghasilkan pengetahuan logis yang disebut filsafat, sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik, iman termasuk disini. Ciri umum filsafat yunani adalah rasionalisme yang dimana mencapai puncaknya pada orang-orang sofis.
Terdapat tiga faktor yang menjadikan filsafat yunani ini lahir, yaitu:
1.      Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng), dimana mitos dianggap sebagai awal dari upaya orang untuk mengetahui atau mengerti. Mitos-mitos tersebut kemudian disusun secara sistematis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selektif dan rasional, seperti syair karya Homerus, Orpheus dan lain-lain.
2.      Karya sastra yunani yang dapat dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat yunani, karya Homerous mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk pedoman hidup orang-orang yunani yang didalamnya mengandung nilai-nilai edukatif.
3.      Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia (Mesir) di lembah sungai Nil, kemudian berkat kemampuan dan kecakapannya ilmu-ilmu tersebut dikembangkan sehingga mereka mempelajarinya tidak didasarkan pada aspek praktis saja, tetapi juga aspek teoritis kreatif.
Dengan adanya ketiga faktor tersebut, kedudukan mitos digeser oleh logos (akal), sehingga setelah pergeseran tersebut filsafat lahir.
Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Dikatakan demikian, karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos. Mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta (arche) yang sifatnya mutlak, yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah.
Para pemikir filsafat yunani yang pertama berasal dari Miletos, sebuah kota perantauan Yunani yang terletak di pesisir Asia Kecil. Mereka kagum terhadap alam yang oleh nuansa dan ritual dan berusaha mencari jawaban tas apa ynag ada di belakang semua materi itu.
Tokoh-tokoh pada masa Yunani Kuno  antara lain, yaitu:
1. Thales (625-545 SM)
Muncul atas penuturan sejarawan Herodatus pada abad ke-5 SM dan sebagai salah satu dari tujuh orang yang bijaksana (Seven Wise Men of Greece). Aristoteles memberikan gelar The Father of Filoshopy. juga menjadi penasihat teknis ke-21 kota lonia. Salah satu jasanya yang besar adalah meramal gerhana matahari pada tahun 585 SM. Thales berpendapat bahwa dasar pertama atau intisari alam ialah air.
Gambar 1.1 Thales
2. Anaximandros (640-546 SM)
Orang pertama yang mengarang suatu traktat dalam kesusastraan Yunani dan berjasa dalam bidang astronomi, geografi,sehingga ia sebagai orang pertama yang membuat peta bumi. Ia mencoba menjelaskan bahwa substansi pertama itu bersifat kekal dan ada dengan sendirinya (Mayer,1950:19). Anaximander mengatakan itu udara. Udara merupakan segala sumber kehidupan. 
Gambar 1.2 Anaximandros
3. Phytagoras ( 572-497 SM)
Yang mengatakan pertama kali bahwa alam semesta itu merupakan satu keseluruhan yang teratur, sesuatu yang harmonis seperti dalam musik. Sehingga ia juga dikenal sebagai ahli ilmu pasti dan juga ahli musik. Dia berpendapat bahwa keharmonisan dapt tercapai dengan menggabungkan hal-hal yang berlawanan, seperti :
         Terbatas – tak terbatas
         Ganjil – genap
         Satu – banyak
         Laki-laki – perempuan
         Diam – gerak
         Dan lain-lain
Menurutnya kearifan yang sesungguhnya hanya dimilki oleh Tuhan saja, oleh karenanya ia tidak mau disebut sebagai seorang yang arif seperti Thales, akan tetapi menyebut dirinya philosopos yaitu pencipta kearifan. Kemudian istilah inilah yang digunakan menjadi philosofia yang terjemahan harfiah dalah cinta kearifan atau kebjaksanaan sehingga sampai sekarang secara etimologis dan singkat sederhana filsafat dapat diartikan sebagai cinta kearifan atau kebijaksanaan (Love of Wisdom).
Gambar 1.3 Pythagoras
4. Empedocles (490-435 SM)
Yang mengatakan bahwa sebenarnya tak ada menjadi dan hilang, ia mengikuti Parmenides. Adapun perbedaan dalam seluruh keadaan itu tak lain adalah daripada campuran dan penggabungan unsur-unsur (rizomata) : air. Udara. Api, dan tanah. Keempat unsur inilah yang merupakan dasar terakhir dari segala sesuatu.
Gambar 1.4 Empedocles
5. Democritus (460-370 SM)
Pemikirannya, bahwa realitas bukanlah satu, tetapi terdiri dari banyak unsur dan jumlahnya tak terhingga. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian materi yang sangat tidak dapt dibagi-bagi lagi. Unsur tersebut dikatakan sebagai atom yang berasal dari satu dari yang lain karena ini tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan, tidak berubah dan tidak berkualitas. Menurutnya atom-atom itu selalu bergerak, berarti harus ada ruang yang kosong. Sebab satu atom hanya dapat bergerak dan menduduki satu tempat saja. Sehingga Democratos berpendapat bahwa realitas itu ada dua, yaitu : atom itu sendiri (yang patuh) dan ruang tempat atom bergerak (kosong).
Gambar 1.5 Democritus
POSISI FILOSOFI : TUBUH

Dualisme 

Menjelaskan tentang eksistensi manusia berdasarkan kedua keyakinan metafisik dan teologis. Tokohnya ada Socrates dan Plato yang memiliki implikasi yang besar untuk pendidikan jasmani, memisahkan eksistensi manusia menjadi dua bagian, pikiran dan tubuh, mengangkat pikiran atas tubuh mengatur jasmani ke status lebih rendah, serta mengungkap kebenaran melalui pikiran, bukan tubuh. 

SOCRATES
Adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, plato dan aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles. Socrates diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (stone mason) bernama Sophroniskos. 
Metode yang terkenalnya  yaitu metode Dialektik – kritis yang mengandung arti “dialog antara dua pendirian yang bertentangan ataupun merupakan perkembangan pemikiran dengan memakai pertemuan antar ide”. Sedangkan sikap kritis itu berarti socrates tidak mau menerima begitu saja sesutau pengertian sebelum dilakukan pengujian untuk membuktikan benar atau salahnya. Oleh karena itu dalam melaksanakan metode dialektik – kritis ini, socrates selalu meminta penjelasan tentang sesuatu pengertian dari orang yang dianggapnya ahli dalam bidang tersebut. Kemudian socrates mengajukan pertanyaan mengenai dasar – dasar pemikran para ahli itu. Jadi socrates  menuntut kemampuan para ahli untuk mempertanggung jawabkan pengetahuannya dengan alasan yang benar. Metode ini yang digunakan socrates untuk menemukan kebenaran yang obyektif. Sedangkan faham yang digunakan socrates merupakan kelanjutan dari metode yang ia temukan (definisi dan induksi). Socrates mencurahkan perhatiannya pada cabang filsafat yang disebut”Etika”. Dalam apologia, socrates menerangkan kepada hakim – hakimnya, bahwa ia menganggap sebagai tugasnya mengingatkan para warga negara athena supaya mereka mengutamakan jiwa mereka dan bukan kesehatan, kekayaan, kehormatan atau hal – hal sedemikian yang tidak sebanding dengan jiwa. Menurut socrates, tujuan tertinggi kehidupan manusia ialah membuat jiwanya menjadi sebaik mungkin.
Gambar 1.6 Socrates
PLATO
Adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri Akademik Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan yang ideal. Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. 
Gambar 1.7 Plato


FILSAFAT ROMAWI
Orang Romawi mulai mempelajari filsafat sejak sekitar 200 SM. Ketika itu, bangsa Romawi menaklukan Yunani, karena itu banyak prajurit dan jendral Romawi yang melakukan kontak dengan para filsuf Yunani.
Bangsa Romawi menyadari bahwa filsuf Yunani semacam Sokrates, Plato, dan Aristoteles telah banyak berkontribusi untuk filsafat. Beberapa orang Romawi menjadi tertarik, dan pada sekitar 50 SM, orang Romawi mulai menulis filsafat mereka sendiri, meskipun sebagian besarnya masih merupakan terjemahan dari bahasa Yunani ke bahasa latin. Sementara itu Perempuan tidak diperbolehkan belajar filsafat.
Salah satu orang Romawi pertama yang menulis mengenai filsafat adalah Lucretius. Ia mengikuti pandangan filsafat Epikurean Yunani. Dia menulis sebuah syair panjang berjudul Sifat Benda, yang menjelaskan mengenai filsafat Epikurean dalam bahasa latin untuk orang yang tidak bisa berbahasa Yunani.
Filsuf Romawi lainnya adalah Cicero yang menulis filsafat pada waktu yang hampir sama dengan Lucretius. Cicero merupakan filsuf skeptis. Seperti orang Skeptis lainnya, Cicero berpikir bahwa kita harus mempertanyakan setiap gagasan atau fakta yang kita dapatkan, dan harus selalu bertanya, "Bagaimana mereka tahu itu?" atau "Bagaimana mereka yakin?" atau "Bagaimana dengan hal lainnya?". Cicero mencoba menggunakan filsafat untuk membuat manusia berpikir lebih logis, supaya mereka bisa lebih baik dalam membuat keputusan dalam pemerintahan. Namun Cicero juga mengikuti beberapa gagasan Stoik, terutama bahwa manusia harus mencoba menjadi sebaik mungkin.

Pada masa-masa akhir Kekaisaran Romawi, banyak pria dan wanita yang mulai berpikir tentang dunia dalam sudut pandang Nasrani. Santo Augustinus dan Santo Ambrosius mempelajari filsafat dari masa sebelumnya dan berusaha menciptakan filsafat Nasrani yang bisa mencakup gagasan Nasrani maupun filsafat Yunani dan Romawi. Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, orang-orang tetap berpikir mengenai gagasan tersebut, bahkan ada beberapa perempuan juga. 
Kebudayaan Romawi merupakan salah satu dasar bagi pembentukan peradaban Barat Modern sekarang ini meliputi hasil-hasil kebudayaannya dalam berbagai hal, seperti sistem pemerintahan, sistem kepercayaan, ilmu pengetahuan, bahasa dan seni sastra, hukum, serta arsitektur. 
1. Sistem pemerintahan
Bangsa Romawi telah memperkenalkan sistem Republik yang demokratis yang dikendalikan oleh pemerintah pusat dengan perangkat pemerintahan yang lengkap dan diselenggarakan dengan tertib dan rapi. 
2. Sistem kepercayaan
Awalnya ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan yang dianut masyarakat masih bersifat Animisme yaitu kepercayaan terhadap banyak roh. Peradaban Romawi mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk sistem kepercayaan mereka, dimana bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewi Yunani namun namanya saja yang disesuaikan dengan nama-nama Romawi.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan sangatlah berkembang pada masa Romawi Kuno dan berbagai jenjang pendidikan yang diadakan dengan lengkap dimana kurikulum sekolah telah mengajarkan bahasa latin, Yunani, cara membuat obat-obatan, dan cara-cara berpidato. 
4. Bahasa dan seni sastra
Bahasa Latin berkembang di Eropa menjadi bahasa induk dari bahasa-bahasa lain yang ada di Eropa. Selain itu, seni sastra maju pesat yang memunculkan tokoh-tokoh seperti Tetius, Heracius, dan Ovidius.
5. Hukum
Bangsa Romawi menciptakan dan menerapkan sistem hukum yang kemudian banyak dijadikan pegangan bagi negara Amerika, Eropa, Asia, dan Australia. 
6. Arsitektur 
Bangsa Romawi Kuno telah mampu membangun gedung-gedung indah dan megah, seperti Coloseum, dan Amphitheater, Parthenon, dan sebagainya dimana bangunan-bangunan tersebut dapat kita lihat hingga sekarang namun hanya berupa sisa-sisanya saja.
Gambar 2.1 Colosseum



Gambar 2.2 Amphitheater


Gambar 2.3 Parthenon

Disaring dari beberapa sumber pada tanggal 31 Maret 2014 pada pukul 16;07 WIB :