one step at the time

Selasa, 25 Maret 2014

Agama dan Seni

AGAMA
adalah sebuah koleksi ter-organisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan dari kehidupan. Kata "agama" berasal dari bahasa sansekerta, agama yang berarti "tradisi". Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan bereligi adalah seseorang yang mengikat dirinya kepada Tuhan. Banyak agama memiliki narasi, simbol dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang sifat manusia yang memperoleh moralitas, etika, hukum agama, atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.
Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.
Kata agama kadang-kadang digunakan bergantian dengan iman, sistem kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas,  Namun, dalam kata-kata Emile Durkheim, agama berbeda dari keyakinan pribadi dalam bahwa itu adalah "sesuatu yang nyata sosial" dia juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya. Rata-rata, wanita lebih religius daripada laki-laki. Beberapa orang mengikuti beberapa agama atau beberapa prinsip-prinsip agama pada saat yang sama, terlepas dari apakah atau tidak prinsip-prinsip agama mereka mengikuti tradisional yang memungkinkan untuk terjadi unsur sinkretisme. 

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:
  • Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
  • Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  • Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama

Agama akan tetap diakui oleh pemikiran Barat sebagai dorongan universal. Banyak penganut agama yang mempunyai tujuan bersatu antargama, kerjasama, dan perdamaian agama, dimana yang terpenting adalah penegasan akan "nilai-nilai universal" dan pengakuan keanekaragaman praktek agama dan budaya yang berbeda. 

Di dalam agama terdapat beberapa cara yang digunakan. Maka dari itu, berikut cara beragama : 
  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragama nenek moyang, leluhur, atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pemeluk cara agama tradisional pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan, dan tidak berminat bertukar agama.
  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragama-nya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragama-nya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragam-nya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaan-nya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.
  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalan-nya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.
  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) di bawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari atasannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwah-kan dan bersabar dengan itu semua.

Agama memiliki beberapa fungsi yang ditujukan bagi kehidupan setiap insan manusia yang mengikutinya, yaitu :
  • Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
  • Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
  • Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
  • Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
  • Pedoman perasaan keyakinan
  • Pedoman keberadaan
  • Pengungkapan estetika (keindahan)
  • Pedoman rekreasi dan hiburan
  • Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

SENI

Pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Sekarang, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan sebagai parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.
Terdapat beberapa definisi dari beberapa filsuf yang ada, diantaranya :

1. Alexander Baum Garton 
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.














2. Aristoteles 
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.














3. Immanuel Kant 
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.




4. Leo Tolstoy 
Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat
merasakan apa yang dirasakan pelukis.















Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara yang efektif untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
  1. Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran, misalnya seni musik, suara, serta sastra seperti puisi dan pantun.
  2. Seni yang dinikmati dengan media penglihatan, misalnya lukisan, poster, seni bangunan, seni gerak dan sebagainya.
  3. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran, misalnya pertunjukan musik, pagelaran film. 

Karya Seni
Semua masyarakat mengetahui bahwa sebuah seni merupakan sebuah karya. Dalam masyarakat non-negara (suku), seniman tidak dapat menuangkan hasil pemikirannya kedalam sebuah karya melainkan mereka harus bekerja sepanjang waktu dengan berburu dan mengumpulkan ikan dan kawanan ternak untuk makan malam. Di negara-negara maju atau yang sudah lebih berkembang pemikirannya, seniman adalah spesialis yang selama hidup karirnya dipenuhi dengan menghasilkan karya-karya seni yang rupawan. Kelengkapan artitstik atau penguasaan terhadap suatu karya seni ditentukan dan dikelola oleh standar formal maupun informal. 
Banyak masyarakat non-negara yang memang terlahir dengan garis keturunan seni, dimana terlihat dalam beberapa hasil kerajinan yang dihasilkan seperti, kerajinan kulit, ukiran kayu, dan membuat tembikar. Orang yang mempunyai keahlian dalam bidang kerajinan akan mampu mendapat dukungan dari masyarakat non-negara maupun bernegara karena setiap karya yang dihasilkan itulah yang mengandung arti dan dalam setiap manusia yang dilahirkan pasti akan mempunyai keturunan darah seni. 
Seni mengandalkan bakat individu yang dibentuk melalui arah yang disetujui secara sosial, dimana banyak minat yang datang dari masyarakat, karena bagaimanapun juga sebuah karya seni yang diciptakan harus mendapat pengakuan dari masyarakat. Karya seni dihasilkan oleh orang yang ahli bukan hanya sebagai pajangan tetapi dengan pengakuan masyarakat itulah yang membuat karya seni bisa menyebar dengan berbagai pemikiran yang lebih baik. 

SENI DAN AGAMA 

Definisi dari Seni dan Agama lebih menekankan pada aspek-aspek yang biasanya dari masing-masing arti yang berkaitan dengan perbedaan mereka dari yang biasa hingga sekuler. Banyak seni barat maupun non-barat yang telah tercipta dengan hubungan akan agama, namun penting diingat bahwa tidak semua seni non-barat memiliki ritual atau kepentingan dalam agama. Seni dan Agama sama-sama mempunyai dua (2) ekspresi yang meliputi formal seperti museum, gereja, kuil, lalu ada informal seperti rumah maupun tempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh masyarakat pada umumnya (sarana umum). Masyarakat dengan tingkat level yang baik lebih memiliki struktur permanen untuk agama dan seni dibandingkan dengan masyarakat dengan tingkat level yang rendah.  


Seni Patung
Gambar diatas merupakan contoh dari hubungan antara seni dan agama. Dapat dilihat bahwa di dalam setiap agama terdapat simbol-simbol seperti patung maupun tanda lainnya yang dibuat dengan cara seni karena bahan-bahannya pun berasal dari semen, kayu, dan batu, maupun lainnya yang harus dipahat dan diukir oleh tangan manusia, terutama yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang seni.  

Disaring dari sumber dibawah ini pada tanggal 25 Maret 2013 pukul 03:48 WIB.
binusmaya.binus.ac.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni

Minggu, 16 Maret 2014

Bahasa

Pengertian Bahasa

Bahasa baik tertulis maupun lisan merupakan sarana utama untuk komunikasiMenulis telah ada selama sekitar 6.000 tahun, namun bahasa telah ada sejak ribuan tahun sebelum itu dan belum ada yang dapat menjabarkan kapan tepatnya. Seperti budaya secara umum, dimana bahasa merupakan bagian yang ditularkan melalui pembelajaran sebagai bagian dari enkulturasi (proses penerusan kebudayaan).  Bahasa didasarkan pada sewenang-wenangasosiasi yang dipelajari antara kata dan hal-hal yang mereka ketahui. 


Asal-usul Bahasa


Meskipun kapasitas untuk mengingat dan menggabungkan simbol ilmu bahasa dapat tidak keliatan dalam kera (Miles 1983) , namun itu merupakan evolusi manusia yang diperlukan untuk benih ini untuk bunga ke dalam bahasa . Sebuah gen bermutasi dikenal sebagai FOXP2 membantu menjelaskan mengapa manusia berbicara dan simpanse tidak ( Paulson 2005) . Peran kunci dari FOXP2 dalam pidato terungkap dalam sebuah studi dari Keluarga Inggris , diidentifikasi hanya sebagai KE, setengah dari yang anggota memiliki warisan yang kurang dalam berpidato ( Trivedi 2001) . Bentuk varian yang sama dari FOXP2 yang ditemukan pada simpanse menyebabkan gangguan ini. Mereka yang memiliki versi bukan pidato dari gen tidak dapat membuat lidah halus dan bibir gerakan yang diperlukan untuk pidato yang jelas. Simpanse memiliki genetik yang sama dengan urutan sebagai keluarga KE anggota dengan pidato defisit . Pembandingan simpanse dan genom manusia, tampak bahwa bentuk pidato - ramah FOXP2 memegang pada manusia sekitar 150.000 tahun yang lalu . Mutasi ini keuntungan selektif diberikan ( linguistik dan kemampuan budaya ) yang memungkinkan mereka yang memiliki itu menyebar dengan mengorbankan mereka yang tidak ( Paulson 2005) . Bahasa menawarkan keuntungan adaptif yang luar biasa untuk Homo sapiens . Bahasa memungkinkan informasi yang disimpan oleh masyarakat manusia melebihi sejauh bahwa dari setiap kelompok bukan manusia . Bahasa adalah kendaraan unik yang efektif untuk belajar karena dengan bisa berbicara tentang hal-hal yang kita tidak pernah mengalami , kita dapat mengantisipasi tanggapan sebelum kita bertemu rangsangan . Adaptasi dapat terjadi lebih cepat dalam Homo dibandingkan primata lain karena berarti adaptif kami lebih fleksibel.



Sistem panggilan terdiri dari sejumlah suara yang dihasilkan sebagai respons terhadap rangsangan tertentu, dimana panggilan yang telah dilakukan tidak dapat digabungkan dengan panggilan yang baru namun dapat direfleksikan berupa respon otomatis terhadap rangsangan tertentu. Pada artikel kali ini saya ingin membahas mengenai adanya hubungan bahasa yang digunakan oleh manusia dengan primata, dimana walaupun seekor primata mempunyai sistem panggilan pula namun saluran vokal mereka tidak cocok sebagai pidato (speech) seperti yang dilakukan oleh manusia, itu dapat diketahui sampai tahun 1960 ,upaya untuk mengajarkan bahasa lisan untuk kera menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan linguistik (Ilmu Bahasa).


Bahasa Isyarat 


Percobaan yang lebih mutakhir telah menunjukkan bahwa kera dapat belajar untuk menggunakan , jika tidak berbicara , bahasa yang benar ( Miles 1983) . Beberapa kera telah belajar untuk berkomunikasi dengan orang melalui cara lain dari bicara salah satu seperti sistem komunikasi (bahasa isyarat) , yang banyak digunakan oleh tuna rungu Amerika . Bahasa isyarat mempekerjakan terbatas jumlah unit gerakan dasar yang analog dengan suara dalam bahasa lisan. Unit ini menggabungkan untuk membentuk kata-kata dan unit yang lebih besar makna . Simpase pertama untuk belajar bahasa isyarat adalah Washoe , Simpanse secara bertahap mengakuisisi kosakata lebih dari 100 tanda-tanda mewakili kata-kata bahasa Inggris (1989). Pada usia dua tahun, Washoe mulai menggabungkan sebanyak lima tanda-tanda menjadi kalimat sederhana seperti " kau, aku , pergi keluar , cepat . "Simpanse kedua yang belajar adalah Lucy , Junior dengan satu tahun Washoe itu . Washoe mengajarkan gerakan dengan simpanse lembaga lainnya, termasuk anaknya Sequoia , Ramping gorila jantan dewasa liar berat 400 pon dan perempuan penuh dewasa dapat dengan mudah mencapai 110 kilogram. Karena itu , psikolog Karya sen Patterson dengan gorila di Stanford Universitas tampaknya lebih berani daripada eksperimen simpanse . Kosakata Koko melampaui dari simpanse apapun. Dia secara teratur mempekerjakan 400 tanda isyarat dan telah digunakan sekitar 700 setidaknya sekali. Siapapun yang berbicara bahasa Inggris segera mengerti arti baru saya kata. Koko , Washoe , Lucy , dan lain-lain memiliki menunjukkan bahwa kera juga mampu menggunakan bahasa produktif . Lucy digunakan gerakan dia sudah tahu untuk menciptakan " drinkfruit " untuk semangka . Simpanse dan gorila memiliki kapasitas dasar untuk bahasa .


Bahasa Manusia :


-Memiliki kapasitas untuk berbicara tentang hal-hal dan kejadian yang tidak hadir(perpindahan).
-Memiliki kapasitas untuk menghasilkan ekspresi baru dengan menggabungkan ekspresi lainnya (produktivitas).
-Apakah kelompok yang spesifik dalam semua manusia yang memiliki kapasitas berbahasa, namun masing-masing komunitas ilmu bahasa memiliki bahasanya sendiri. 


Sistem Panggilan Primata :


-Apakah rangsangan-dependen; panggilan makanan akan dilakukan hanya di hadapan makanantidak dapat dipalsukan. 
-Terdiri dari sejumlah panggilan yang tidak dapat di kombinasi kan untuk menghasilkan panggilan baru. Ketika primata menemukan makanan dan bahaya secara bersamaan , mereka dapat membuat hanya satu menelepon. Mereka tidak dapat menggabungkan panggilan untuk makanan dan bahaya menjadi ucapan tunggal, menunjukkan bahwa keduanya hadir . -Cenderung spesies spesifik , dengan sedikit variasi di antara komunitas dari spesies yang sama untuk setiap panggilan.


Komunikasi Non-verbal


Bahasa adalah sarana utama kami berkomunikasi , tapi itu bukan satu-satunya yang kita gunakan . Kami berkomunikasi ketika kita mengirimkan informasi tentang diri kita kepada orang lain dan menerima informasi tersebut dari mereka . Ekspresi wajah , sikap tubuh ,gerakan , dan gerakan , bahkan jika sadar, menyampaikan informasi dan merupakan bagian dari komunikasi kita gaya . Deborah Tannen ( 1990 ) membahas perbedaan dalam gaya komunikasi Amerika pria dan wanita , dan komentar nya melampaui bahasa. Dia mencatat bahwa gadis Amerika cenderung melihat langsung satu sama lain ketika mereka berbicara , sedangkan laki-laki Amerika tidak. Pria lebih mungkin untuk melihat langsung depan daripada berbalik dan membuat kontak mata dengan seseorang , terutama pria lain , duduk di samping mereka . Juga , dalam kelompok percakapan , Pria Amerika cenderung untuk bersantai, sedangkan wanita Amerika mungkin mengadopsi santai serupa postur dalam kelompok semuanya perempuan , tetapi ketika mereka dengan laki-laki , mereka cenderung untuk menarik kaki mereka dan mengadopsi sikap ketat (Jaim -Jaga Image-). Kinesics adalah studi komunikasi melalui gerakan tubuh , sikap , gerak tubuh , dan ekspresi wajah, dimana memperhatikan tidak hanya apa yang dikatakan , tapi bagaimana dikatakan , dan untuk fitur selain bahasa itu sendiri yang menyampaikan makna . Sebuah antusiasme pembicara disampaikan tidak hanya melalui kata-kata tetapi juga melalui ekspresi wajah , gerak tubuh, dan tanda-tanda lain dari animasi . kami menggunakan gerakan , seperti pukulan tangan , untuk penekanan . Kami menggunakan cara verbal dan non-verbal untuk berkomunikasi suasana hati kita : antusiasme , kesedihan , sukacita , menyesal, dimana terdapat banyak intonasi dalam berbagai komunikasi yang dilakukan (variasi). Di dalam bahasa terdapat juga yang namanya tata kesopanan yang biasa dianut oleh beberapa negara yang ada yang dapat kita ketahui bukan hanya dari pengucapan bahasa mereka yang santun namun dengan perilaku yang dapat dilihat dari gerakan tubuh yang dimunculkan seperti menunduk jika melewati orang yang lebih tua dan sebagainya. Dari situ kita dapat mengetahui bahwa bahasa dalam berkomunikasi dapat disampaikan dalam berbagai variasi yang ada dengan penyampaian yang sesuai. 


Disaring dari sumber dibawah ini pada tanggal 16 Maret 2014 pukul 05:50 WIB. 

binusmaya.binus.ac.id
http://suksesantropologi.blogspot.com/2013_10_01_archive.html

Rabu, 26 Februari 2014

FIlsafat 02PAE

Blog ini berisi mengenai realitas kehidupan manusia.

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat dugaan karena masih harus dibuktikan kebenarannya karena bisa saja menimbulkan kekeliruan, seperti jika melihat orang menangis belum tentu orang tersebut sedang dalam keadaan berduka bisa saja sebagai tanda bahwa orang tersebut terharu dan bangga. 

Hipotesis merupakan sebuah kerajinan yang dibuat melalui prediksi dengan cara yang memungkinkan untuk diuji dan berlandaskan pada teori.Dalam sebuah hipotesis terdapat definisi operasional yang merupakan terjemahan dari hipotesis yang spesifik dengan melihat prosedur untuk dapat diuji dan diamati. Dalam sebuah penelitian, hipotesis sangat dibutuhkan dalam pengujian sebuah teori, mendorong munculnya teori, menerangkan fenomena sosial, sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian, dan memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.

Penelitian Psikologis merupakan psikologi yang paling kurang dipahami oleh masyarakat umum karena mencakup sebuah penyelidikan sistematis yang ditujukan untuk penemuan pengetahuan baru. Biasanya psikolog yang melakukan penelitian memiliki gelar doktor yang menelaah ilmu pengetahuan untuk kepentingan ilmu pengetahuan itu sendiri yang didasarkan pada psikologi dasar melalui penelitian "murni" dengan menaruh perhatian pada pemanfaatan praktis dari ilmu pengetahuannya yang bekerja pada psikologi terapan. Jadiii, penelitian psikologi itu selalu diperbaharui ataupun melakukan sebuah penelitian yang baru namun harus tetap dilandaskan dengan psikologi dasar atau teori yang ada. 

Penelitian Deskriptif dibagi dalam tiga (3) cara, yaitu :
1. Penelitian arsip dimana sudah ada datanya seperti catatan kuliah atau kliping yang dibuat oleh para mahasiswa dan diperiksa untuk menguji hipotesisnya. Contohnya dengan melihat catatan kuliah dari nilai siswa untuk mengetahui apakah ada dampak dalam prestasi akademik mahasiswa tersebut. Dari sini kita dapat melihat jika catatan kuliahnya lengkap atau rapi biasanya berpengaruh dengan nilai akademik mahasiswa tersebut karena sudah terlihat bahwa mahasiswa tersebut menyimak dengan baik apa yang telah disampaikan oleh dosen selama perkuliahan berlangsung. 
2. Pengamatan naturalistik yang dilakukan oleh seorang penyidik dengan melakukan pengamatan mengenai beberapa tingkah laku yang terjadi baik secara alami ataupun yang tidak membuat perubahan pada situasi (tidak berdampak). Contohnya dengan melakukan pengamatan seperti keadaan dikelas dimana kita dapat melihat lebih dominan perempuan atau laki-laki yang membuat kelas gaduh atau bisa juga karena faktor lain.
3. Survey penelitian merupakan suatu teknik pengumpulan informasi.

Setelah mengerti dengan seksama akan pembahasan diatas, sekarang saya akan memberitahukan arti dari filsafat manusia, psikologi, dan sosiologi menurut pandangan orang awam atau non-psikolog. Beberapa hari yang lalu, saya diberi tugas oleh dosen saya untuk melakukan wawancara disekitar kampus. Dari beberapa narasumber yang saya ketahui saya ambil 5 (lima) dari pemikiran mereka akan hal tersebut. Berikut, terdapat 6 (enam) pertanyaan yang diajukan, meliputi :

Dari kelima narasumber yang saya dapat diantaranya : 
Jason (Computer Science)
Rebecca (Hukum) 
Iman (Management)

Ino (Business Law)


Florentina (Sistem Informasi)













Beberapa pertanyaan yang saya ajukan diantaranya :
 
1. Apakah Psikologi kemanusiaan/Antropologi itu?
2.Apakah sosiologi itu? Dan siapa saja tokoh yang anda tahu?
3.Apakah Psikologi itu?
4.Apakah kesamaan ilmu sosiologi, filsafat manusia, dan
psikologi?
5.Perbedaannya ilmu sosiologi, filsafat manusia, dan psikologi?
6.Kesimpulan

Dari jawaban yang saya terima inilah saya dapat melihat bahwa orang awam pun dapat melihat perbedaan dari ketiga hal tersebut walaupun masih beberapa diantaranya masih berupa pendapat yang mereka ketahui saja. Berikut  jawaban-jawaban mereka yang telah saya rangkum. 
1. Antropologi merupakan sebuah cabang ilmu yang mempelajari manusia, masyarakat, serta kebudayaan manusia, sedangkan psikologi kemanusiaan merupakan suatu cabang ilmu psikologi yang berpusat pada keunikan yang terdapat dalam diri manusia. 
2. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia beserta tingkah lakunya. Para tokoh yang paling mereka familiar yaitu Selo Soemardjan, Max weber dan Emilie Durkheim, dimana nama dari tokoh tersebut mereka pernah dengar saat di bangku sekolah dalam pelajaran sosiologi. 
3. Menurut mereka psikologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari perilaku dan kejiwaan pada manusia.
4. Kesamaan dari ilmu sosiologi, filsafat manusia, dan psikologi yaitu ketiga ilmu tersebut sama-sama mempelajari manusia.
5. Perbedaan dari ketiga ilmu tersebut yaitu terletak pada cabang pembahasannya masing-masing, seperti sosiologi yang mempelajari mengenai manusia beserta tingkah lakunya, lalu ada psikologi yang mempelajari jiwa manusia, dan antropologi yang mempelajari mengenai budaya manusia. 
Dari semua pertanyaan yang saya berikan, mereka menarik kesimpulan bahwa terdapat banyak cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai manusia yang menempatkannya sebagai subyek dalam bidang ilmu tersebut. Terkadang antar cabang ilmu yang ada dengan yang lainnya sering disamakan, namun nyatanya ilmu-ilmu tersebut mempunyai cabang masing-masing dan hanya memiliki kesamaan pada subyek intinya. yaitu "manusia". Sebagai kaum awam mereka cukup "concern" akan hal tersebut karena di zaman yang serba teknologi ini banyak yang lebih tidak mengetahui hal-hal yang sebetulnya penting di dalam hidup setiap manusia. 

Nah, setelah melihat tentang pendapat dari beberapa sumber non-psikolog, sekarang saya akan memberitahu mengenai artikel yang berhubungan tentang ilmu yang berhubungan dengan pelajaran ini. 

SOSIOLOGI

Merupakan suatu studi ilmiah tentang perilaku sosial dalam kelompok-kelompok manusia, yang mana menekankan pada bagaimana hubungan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku manusia dalam masyarakat serta bagaimana masyarakat berkembang dan berubah. 

Imajinasi Sosiologis
C. Wright Mills menggambarkan imajinasi sosiologis sebagai sebuah kesadaran mengenai hubungan individu dengan masyarakat yang lebih luas dan sebagai sebuah kunci untuk melihat kemampuan masyarakat di luar zonanya. Dimana, imajinasi sosiologis mempunyai fokus pada perilaku manusia dengan melihat dunia dan orang-orangnya dengan cara baru melalui lensa yang lebih luas. 

Sosiologi memiliki teori yang mengatakan bahwa sosiologi merupakan sebuah set pernyataan yang berusaha untuk menjelaskan masalah, tindakan, maupun perilaku manusia. Terdapat beberapa pemikiran-pemikiran dari beberapa tokoh sosiologi yang meliputi :
- Auguste Comte 
 Istilah sosiologi bermula pada penyelidikan sistematis perilaku yang diperlukan untuk            meningkatkan kemasyarakatan.
- Herbert Spencer 
 Sosiologi mempelajari "evolusi" merupakan sebuah perubahan yang terjadi pada manusia.
- Emile Durkheim 
 Perilaku manusia harus dipahami dalam segi konteks sosial yang lebih besar.
- Max Weber
 Untuk memahami tentang perilaku, harus mempelajari secara subyektif dimana setiap orang    akan melakukan tindakan. 
- Karl Marx 
 Masyarakat dibagi dalam dua kelas dimana terdapat bentrokan yang mengejar kepentingan  bekerja dan tekanan yang terdapat dalam kelompok suatu masyarakat mengenai identifikasi,  asosiasi, dan pengaruh individu tersebut dalam suatu kelompok masyarakat. 

ANTROPOLOGI 

Adalah ilmu yang mempelajari spesies manusia dan nenek moyang terdekatnya (budaya manusia) dan merupakan holistik dalam disiplin yang bersangkutan dengan mempelajari seluruh kondisi manusia yang dimulai dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Antropologi mempelajari tentang biologi, masyarakat, bahasa, dan budaya yang menawarkan perspektif lintas budaya yang unik dengan terus-menerus membandingkan manusia yang satu dengan yang lainnya serta lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan penduduk tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal di daerah yang sama, antropologi mirip dengan sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menekankan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Pengertian antropologi menurut para ahli 
- David Hunter 
 Merupakan ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
- Koentjaraningrat 
 Adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka  warna, bentuk fisik masyarakat, serta kebudayaan yang dihasilkan.
- William A. Havilland
 Adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat  tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang    keanekaramanan manusia. 
Dari definisi-definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana dari antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari tentang segala aspek manusia yang terdiri dari fisik dan non-fisik, kebudayaan, politik, dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat. Secara garis besar antropologi memiliki cabang-cabang ilmu yang terdiri dari : 
A. Antropologi Fisik 
    1. Paleoantropologi adalah ilmu yang mempelajari asal-usul manusia dan evolusi manusia          dengan meneliti fosil-fosil.
    2. Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan mengamati     ciri-ciri fisik seperti warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, dan lain-lain. 
B. Antropologi Sosial dan Budaya 
    1. Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan semua        kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal tulisan.
     2. Etnolinguistik adalah ilmu yang mempelajari gambaran tentang ciri dan tata bahasa dan        beratus-ratus bahasa suku-suku bangsa yang ada di dunia.
     3. Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan           masyarakat suku bangsa di seluruh dunia. 
      4. Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu      pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang        pada konsep psikologi. 

Seperti halnya sosiologi, antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapan-tahapan dalam perkembangannya. Koentjaraningrat menyusun perkembangan ilmu antropologi menjadi empat (4) fase sebagai berikut : 
- Fase Pertama (sebelum tahun 1800-an)
Sekitar abad 16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia.       Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, sampai Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak   menemukan hal yang baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku asing. Kisah                   petualangan dan penemuan mereka dicatat dalam jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnografi (deskripsi bangsa-bangsa). Bangsa etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 bangsa Eropa lebih memerhatikan bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah menjadi sangat besar. Karena itu timbul usaha-usaha untuk menyatukan seluruh himpunan bahan etnografi. 
- Fase Kedua (tahun 1800-an) 
Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara "evolusi" masyarakat pada saat itu masyarakat berevolusi secara perlahan dalam jangka waktu lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa yang primitif dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudaannya. Pada fase ini, antropologi bertujuan akademis dimana mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif untuk memperoleh pemahaman tentang sejarah penyebaran kebudayaan manusia. 
- Fase Ketiga (awal abad ke-20)
Pada fase ini, negara-negara Eropa berlomba membangun koloni di benua Asia, Amerika, Australia, dan Afrika. Dalam rangka tersebut muncul kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi kaum Eropa, dan lainnya. Dalam menghadapinya, pemerintah kolonial Eropa mencari kelemahan suku asli untuk menaklukannya dengan mempelajari bahan-bahan etnografi suku luar Eropa, kebudayaannya, dan juga kebiasaannya. 
- Fase Keempat (setelah tahun 1930-an) 
Pada fase ini, antropologi berkembang pesat. Kebudayaan suku bangsa asli yang dijajah bangsa Eropa mulai hilang karena pengaruh kebudayaan Eropa yang kuat. Pada masa ini pula terjadi perang besar di Eropa (Perang Dunia II). Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara di dunia yang hancur total dan mengakibatkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung. Namun, pada saat ini juga, muncul semangat nasionalime pada bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari penjajahan. Sebagian bangsa tersebut berhasil, namun banyak juga yang masih dendam dengan bangsa Eropa yang telah menjajah bertahun-tahun. 
Proses perubahan tersebutlah yang menyebabkan perhatian ilmu antropologi yang tidak lagi ditujukan pada penduduk pedesaan di luar Eropa, namun juga pada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku Soami, Flam, dan Lapp. 

Budaya Antropologi
Perbandingan antara ethnography dan ethology yaitu : 
Ethnography membutuhkan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, bersifat deskriptif, dan spesifik dalam suatu kelompok atau masyarakat, sedangkan Ethology lebih mengacu pada data yang dikumpulkan oleh sejumlah peneliti, bersifat sintesis (yang berarti suatu integrasi), dan komparatif. 

PSIKOLOGI 

Adalah sebuah ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain itu juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti jiwa dan ilmu sehingga secara etimologis psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui perjalanan yang panjang. Konsep psikologi dapat ditelusuri dari masa Yunani Kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu fisiologi sejak zaman Aristoteles sebagai ilmu untuk kekuatan hidup. Dia memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala kehidupan (Anima), karena setiap makhluk hidup mempunyai jiwa, dapat dikatakan sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual bangsa Eropa yang dibuktikan dengan laboratorium psikologi pertama di dunia yang didirikan oleh William Wundt pada tahun 1879. 

Fungsi psikologi sebagai ilmu : 
  • Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif. 
  • Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi, dan estimasi. 
  • Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif, intervensi, dan perawatan.

Pendekatan-pendekatan psikologi diantaranya :
1. Pendekatan perilaku, berdasarkan pada tingkah laku adalah respon yang datang yang digambarkan sebagai reflek tanpa kerja mental sama sekali. 
2. Pendekatan Kognitif, menekankan pada psikologi sebagai proses mental dimana individu aktif dalam menangkap ataupun membandingkan rangsangan sebelum melakukan reaksi (dipikirkan dahulu). 
3. Pendekatan psikoanalisa, dimana pendekatan yang sangat kontroversi karena menyinggung teori-teori tentang seksualitas dan alam bawah sadar.
4. Pendekatan fenomenologi, memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena menyangkut kesadaran dan aktualisasi dirinya. 


Disaring dari sumber dibawah ini pada tanggal 26 Februari 2014, pukul 06:08 WIB. 
binusmaya.binus.ac.id 
http://winnchuleta.wordpress.com/2011/10/14/pengertian-filsafat/
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi