one step at the time

Senin, 31 Maret 2014

Filsafat Yunani dan Romawi

FILSAFAT YUNANI

Orang yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai banyak sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng yang berarti suatu kebenaran lewat akal pikir (logis) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos  (dongeng-dongeng) dan juga mengembangkan kepercayaan dunia barat tentang tubuh dan pendidikan jasmani karena pengaruh Yahudi dan Fenisia. Terdapat dua sistem metafisik di Yunani, yaitu : Naturalistik dimana kodrat manusia merupakan hal yang baik dan harus diseimbangkan baik jasmani maupun rohani, dan Anti-Naturalistik dimana kodrat manusia yang harus dijunjung lebih tinggi adalah pikiran daripada tubuh. 
Setelah abad ke-6 SM muncul sejumlah ahli pikir yang menentang adanya mitos. Mereka menginginkan adanya pertanyaan tentang alam semesta ini yang jawabannya dapat diterima akal (rasional). Keadaan yang demikian ini sebagai suatu demitiologi yang artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi. Upaya para ahli pikir untuk mengarahkan kepada suatu kebebasan berfikir ini kemudian yang membuat banyak orang mencoba suatu konsep yang dilandasi kekuatan akal pikir secara murni, maka timbullah peristiwa ajaib The Greek Miracle yang artinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia.
Yang dimaksud dengan akal disini ialah akal logis yang bertempat di kepala, sedangkan hati adalah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada.akal itulah yang menghasilkan pengetahuan logis yang disebut filsafat, sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik, iman termasuk disini. Ciri umum filsafat yunani adalah rasionalisme yang dimana mencapai puncaknya pada orang-orang sofis.
Terdapat tiga faktor yang menjadikan filsafat yunani ini lahir, yaitu:
1.      Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng), dimana mitos dianggap sebagai awal dari upaya orang untuk mengetahui atau mengerti. Mitos-mitos tersebut kemudian disusun secara sistematis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selektif dan rasional, seperti syair karya Homerus, Orpheus dan lain-lain.
2.      Karya sastra yunani yang dapat dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat yunani, karya Homerous mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk pedoman hidup orang-orang yunani yang didalamnya mengandung nilai-nilai edukatif.
3.      Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia (Mesir) di lembah sungai Nil, kemudian berkat kemampuan dan kecakapannya ilmu-ilmu tersebut dikembangkan sehingga mereka mempelajarinya tidak didasarkan pada aspek praktis saja, tetapi juga aspek teoritis kreatif.
Dengan adanya ketiga faktor tersebut, kedudukan mitos digeser oleh logos (akal), sehingga setelah pergeseran tersebut filsafat lahir.
Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Dikatakan demikian, karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos. Mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta (arche) yang sifatnya mutlak, yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah.
Para pemikir filsafat yunani yang pertama berasal dari Miletos, sebuah kota perantauan Yunani yang terletak di pesisir Asia Kecil. Mereka kagum terhadap alam yang oleh nuansa dan ritual dan berusaha mencari jawaban tas apa ynag ada di belakang semua materi itu.
Tokoh-tokoh pada masa Yunani Kuno  antara lain, yaitu:
1. Thales (625-545 SM)
Muncul atas penuturan sejarawan Herodatus pada abad ke-5 SM dan sebagai salah satu dari tujuh orang yang bijaksana (Seven Wise Men of Greece). Aristoteles memberikan gelar The Father of Filoshopy. juga menjadi penasihat teknis ke-21 kota lonia. Salah satu jasanya yang besar adalah meramal gerhana matahari pada tahun 585 SM. Thales berpendapat bahwa dasar pertama atau intisari alam ialah air.
Gambar 1.1 Thales
2. Anaximandros (640-546 SM)
Orang pertama yang mengarang suatu traktat dalam kesusastraan Yunani dan berjasa dalam bidang astronomi, geografi,sehingga ia sebagai orang pertama yang membuat peta bumi. Ia mencoba menjelaskan bahwa substansi pertama itu bersifat kekal dan ada dengan sendirinya (Mayer,1950:19). Anaximander mengatakan itu udara. Udara merupakan segala sumber kehidupan. 
Gambar 1.2 Anaximandros
3. Phytagoras ( 572-497 SM)
Yang mengatakan pertama kali bahwa alam semesta itu merupakan satu keseluruhan yang teratur, sesuatu yang harmonis seperti dalam musik. Sehingga ia juga dikenal sebagai ahli ilmu pasti dan juga ahli musik. Dia berpendapat bahwa keharmonisan dapt tercapai dengan menggabungkan hal-hal yang berlawanan, seperti :
         Terbatas – tak terbatas
         Ganjil – genap
         Satu – banyak
         Laki-laki – perempuan
         Diam – gerak
         Dan lain-lain
Menurutnya kearifan yang sesungguhnya hanya dimilki oleh Tuhan saja, oleh karenanya ia tidak mau disebut sebagai seorang yang arif seperti Thales, akan tetapi menyebut dirinya philosopos yaitu pencipta kearifan. Kemudian istilah inilah yang digunakan menjadi philosofia yang terjemahan harfiah dalah cinta kearifan atau kebjaksanaan sehingga sampai sekarang secara etimologis dan singkat sederhana filsafat dapat diartikan sebagai cinta kearifan atau kebijaksanaan (Love of Wisdom).
Gambar 1.3 Pythagoras
4. Empedocles (490-435 SM)
Yang mengatakan bahwa sebenarnya tak ada menjadi dan hilang, ia mengikuti Parmenides. Adapun perbedaan dalam seluruh keadaan itu tak lain adalah daripada campuran dan penggabungan unsur-unsur (rizomata) : air. Udara. Api, dan tanah. Keempat unsur inilah yang merupakan dasar terakhir dari segala sesuatu.
Gambar 1.4 Empedocles
5. Democritus (460-370 SM)
Pemikirannya, bahwa realitas bukanlah satu, tetapi terdiri dari banyak unsur dan jumlahnya tak terhingga. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian materi yang sangat tidak dapt dibagi-bagi lagi. Unsur tersebut dikatakan sebagai atom yang berasal dari satu dari yang lain karena ini tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan, tidak berubah dan tidak berkualitas. Menurutnya atom-atom itu selalu bergerak, berarti harus ada ruang yang kosong. Sebab satu atom hanya dapat bergerak dan menduduki satu tempat saja. Sehingga Democratos berpendapat bahwa realitas itu ada dua, yaitu : atom itu sendiri (yang patuh) dan ruang tempat atom bergerak (kosong).
Gambar 1.5 Democritus
POSISI FILOSOFI : TUBUH

Dualisme 

Menjelaskan tentang eksistensi manusia berdasarkan kedua keyakinan metafisik dan teologis. Tokohnya ada Socrates dan Plato yang memiliki implikasi yang besar untuk pendidikan jasmani, memisahkan eksistensi manusia menjadi dua bagian, pikiran dan tubuh, mengangkat pikiran atas tubuh mengatur jasmani ke status lebih rendah, serta mengungkap kebenaran melalui pikiran, bukan tubuh. 

SOCRATES
Adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, plato dan aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles. Socrates diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (stone mason) bernama Sophroniskos. 
Metode yang terkenalnya  yaitu metode Dialektik – kritis yang mengandung arti “dialog antara dua pendirian yang bertentangan ataupun merupakan perkembangan pemikiran dengan memakai pertemuan antar ide”. Sedangkan sikap kritis itu berarti socrates tidak mau menerima begitu saja sesutau pengertian sebelum dilakukan pengujian untuk membuktikan benar atau salahnya. Oleh karena itu dalam melaksanakan metode dialektik – kritis ini, socrates selalu meminta penjelasan tentang sesuatu pengertian dari orang yang dianggapnya ahli dalam bidang tersebut. Kemudian socrates mengajukan pertanyaan mengenai dasar – dasar pemikran para ahli itu. Jadi socrates  menuntut kemampuan para ahli untuk mempertanggung jawabkan pengetahuannya dengan alasan yang benar. Metode ini yang digunakan socrates untuk menemukan kebenaran yang obyektif. Sedangkan faham yang digunakan socrates merupakan kelanjutan dari metode yang ia temukan (definisi dan induksi). Socrates mencurahkan perhatiannya pada cabang filsafat yang disebut”Etika”. Dalam apologia, socrates menerangkan kepada hakim – hakimnya, bahwa ia menganggap sebagai tugasnya mengingatkan para warga negara athena supaya mereka mengutamakan jiwa mereka dan bukan kesehatan, kekayaan, kehormatan atau hal – hal sedemikian yang tidak sebanding dengan jiwa. Menurut socrates, tujuan tertinggi kehidupan manusia ialah membuat jiwanya menjadi sebaik mungkin.
Gambar 1.6 Socrates
PLATO
Adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri Akademik Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan yang ideal. Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. 
Gambar 1.7 Plato


FILSAFAT ROMAWI
Orang Romawi mulai mempelajari filsafat sejak sekitar 200 SM. Ketika itu, bangsa Romawi menaklukan Yunani, karena itu banyak prajurit dan jendral Romawi yang melakukan kontak dengan para filsuf Yunani.
Bangsa Romawi menyadari bahwa filsuf Yunani semacam Sokrates, Plato, dan Aristoteles telah banyak berkontribusi untuk filsafat. Beberapa orang Romawi menjadi tertarik, dan pada sekitar 50 SM, orang Romawi mulai menulis filsafat mereka sendiri, meskipun sebagian besarnya masih merupakan terjemahan dari bahasa Yunani ke bahasa latin. Sementara itu Perempuan tidak diperbolehkan belajar filsafat.
Salah satu orang Romawi pertama yang menulis mengenai filsafat adalah Lucretius. Ia mengikuti pandangan filsafat Epikurean Yunani. Dia menulis sebuah syair panjang berjudul Sifat Benda, yang menjelaskan mengenai filsafat Epikurean dalam bahasa latin untuk orang yang tidak bisa berbahasa Yunani.
Filsuf Romawi lainnya adalah Cicero yang menulis filsafat pada waktu yang hampir sama dengan Lucretius. Cicero merupakan filsuf skeptis. Seperti orang Skeptis lainnya, Cicero berpikir bahwa kita harus mempertanyakan setiap gagasan atau fakta yang kita dapatkan, dan harus selalu bertanya, "Bagaimana mereka tahu itu?" atau "Bagaimana mereka yakin?" atau "Bagaimana dengan hal lainnya?". Cicero mencoba menggunakan filsafat untuk membuat manusia berpikir lebih logis, supaya mereka bisa lebih baik dalam membuat keputusan dalam pemerintahan. Namun Cicero juga mengikuti beberapa gagasan Stoik, terutama bahwa manusia harus mencoba menjadi sebaik mungkin.

Pada masa-masa akhir Kekaisaran Romawi, banyak pria dan wanita yang mulai berpikir tentang dunia dalam sudut pandang Nasrani. Santo Augustinus dan Santo Ambrosius mempelajari filsafat dari masa sebelumnya dan berusaha menciptakan filsafat Nasrani yang bisa mencakup gagasan Nasrani maupun filsafat Yunani dan Romawi. Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, orang-orang tetap berpikir mengenai gagasan tersebut, bahkan ada beberapa perempuan juga. 
Kebudayaan Romawi merupakan salah satu dasar bagi pembentukan peradaban Barat Modern sekarang ini meliputi hasil-hasil kebudayaannya dalam berbagai hal, seperti sistem pemerintahan, sistem kepercayaan, ilmu pengetahuan, bahasa dan seni sastra, hukum, serta arsitektur. 
1. Sistem pemerintahan
Bangsa Romawi telah memperkenalkan sistem Republik yang demokratis yang dikendalikan oleh pemerintah pusat dengan perangkat pemerintahan yang lengkap dan diselenggarakan dengan tertib dan rapi. 
2. Sistem kepercayaan
Awalnya ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan yang dianut masyarakat masih bersifat Animisme yaitu kepercayaan terhadap banyak roh. Peradaban Romawi mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk sistem kepercayaan mereka, dimana bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewi Yunani namun namanya saja yang disesuaikan dengan nama-nama Romawi.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan sangatlah berkembang pada masa Romawi Kuno dan berbagai jenjang pendidikan yang diadakan dengan lengkap dimana kurikulum sekolah telah mengajarkan bahasa latin, Yunani, cara membuat obat-obatan, dan cara-cara berpidato. 
4. Bahasa dan seni sastra
Bahasa Latin berkembang di Eropa menjadi bahasa induk dari bahasa-bahasa lain yang ada di Eropa. Selain itu, seni sastra maju pesat yang memunculkan tokoh-tokoh seperti Tetius, Heracius, dan Ovidius.
5. Hukum
Bangsa Romawi menciptakan dan menerapkan sistem hukum yang kemudian banyak dijadikan pegangan bagi negara Amerika, Eropa, Asia, dan Australia. 
6. Arsitektur 
Bangsa Romawi Kuno telah mampu membangun gedung-gedung indah dan megah, seperti Coloseum, dan Amphitheater, Parthenon, dan sebagainya dimana bangunan-bangunan tersebut dapat kita lihat hingga sekarang namun hanya berupa sisa-sisanya saja.
Gambar 2.1 Colosseum



Gambar 2.2 Amphitheater


Gambar 2.3 Parthenon

Disaring dari beberapa sumber pada tanggal 31 Maret 2014 pada pukul 16;07 WIB :

Selasa, 25 Maret 2014

Agama dan Seni

AGAMA
adalah sebuah koleksi ter-organisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan dari kehidupan. Kata "agama" berasal dari bahasa sansekerta, agama yang berarti "tradisi". Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan bereligi adalah seseorang yang mengikat dirinya kepada Tuhan. Banyak agama memiliki narasi, simbol dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang sifat manusia yang memperoleh moralitas, etika, hukum agama, atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.
Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.
Kata agama kadang-kadang digunakan bergantian dengan iman, sistem kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas,  Namun, dalam kata-kata Emile Durkheim, agama berbeda dari keyakinan pribadi dalam bahwa itu adalah "sesuatu yang nyata sosial" dia juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya. Rata-rata, wanita lebih religius daripada laki-laki. Beberapa orang mengikuti beberapa agama atau beberapa prinsip-prinsip agama pada saat yang sama, terlepas dari apakah atau tidak prinsip-prinsip agama mereka mengikuti tradisional yang memungkinkan untuk terjadi unsur sinkretisme. 

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:
  • Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
  • Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  • Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama

Agama akan tetap diakui oleh pemikiran Barat sebagai dorongan universal. Banyak penganut agama yang mempunyai tujuan bersatu antargama, kerjasama, dan perdamaian agama, dimana yang terpenting adalah penegasan akan "nilai-nilai universal" dan pengakuan keanekaragaman praktek agama dan budaya yang berbeda. 

Di dalam agama terdapat beberapa cara yang digunakan. Maka dari itu, berikut cara beragama : 
  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragama nenek moyang, leluhur, atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pemeluk cara agama tradisional pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan, dan tidak berminat bertukar agama.
  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragama-nya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragama-nya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragam-nya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaan-nya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.
  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalan-nya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.
  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) di bawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari atasannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwah-kan dan bersabar dengan itu semua.

Agama memiliki beberapa fungsi yang ditujukan bagi kehidupan setiap insan manusia yang mengikutinya, yaitu :
  • Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
  • Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
  • Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
  • Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
  • Pedoman perasaan keyakinan
  • Pedoman keberadaan
  • Pengungkapan estetika (keindahan)
  • Pedoman rekreasi dan hiburan
  • Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

SENI

Pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Sekarang, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan sebagai parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.
Terdapat beberapa definisi dari beberapa filsuf yang ada, diantaranya :

1. Alexander Baum Garton 
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.














2. Aristoteles 
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.














3. Immanuel Kant 
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.




4. Leo Tolstoy 
Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat
merasakan apa yang dirasakan pelukis.















Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara yang efektif untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
  1. Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran, misalnya seni musik, suara, serta sastra seperti puisi dan pantun.
  2. Seni yang dinikmati dengan media penglihatan, misalnya lukisan, poster, seni bangunan, seni gerak dan sebagainya.
  3. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran, misalnya pertunjukan musik, pagelaran film. 

Karya Seni
Semua masyarakat mengetahui bahwa sebuah seni merupakan sebuah karya. Dalam masyarakat non-negara (suku), seniman tidak dapat menuangkan hasil pemikirannya kedalam sebuah karya melainkan mereka harus bekerja sepanjang waktu dengan berburu dan mengumpulkan ikan dan kawanan ternak untuk makan malam. Di negara-negara maju atau yang sudah lebih berkembang pemikirannya, seniman adalah spesialis yang selama hidup karirnya dipenuhi dengan menghasilkan karya-karya seni yang rupawan. Kelengkapan artitstik atau penguasaan terhadap suatu karya seni ditentukan dan dikelola oleh standar formal maupun informal. 
Banyak masyarakat non-negara yang memang terlahir dengan garis keturunan seni, dimana terlihat dalam beberapa hasil kerajinan yang dihasilkan seperti, kerajinan kulit, ukiran kayu, dan membuat tembikar. Orang yang mempunyai keahlian dalam bidang kerajinan akan mampu mendapat dukungan dari masyarakat non-negara maupun bernegara karena setiap karya yang dihasilkan itulah yang mengandung arti dan dalam setiap manusia yang dilahirkan pasti akan mempunyai keturunan darah seni. 
Seni mengandalkan bakat individu yang dibentuk melalui arah yang disetujui secara sosial, dimana banyak minat yang datang dari masyarakat, karena bagaimanapun juga sebuah karya seni yang diciptakan harus mendapat pengakuan dari masyarakat. Karya seni dihasilkan oleh orang yang ahli bukan hanya sebagai pajangan tetapi dengan pengakuan masyarakat itulah yang membuat karya seni bisa menyebar dengan berbagai pemikiran yang lebih baik. 

SENI DAN AGAMA 

Definisi dari Seni dan Agama lebih menekankan pada aspek-aspek yang biasanya dari masing-masing arti yang berkaitan dengan perbedaan mereka dari yang biasa hingga sekuler. Banyak seni barat maupun non-barat yang telah tercipta dengan hubungan akan agama, namun penting diingat bahwa tidak semua seni non-barat memiliki ritual atau kepentingan dalam agama. Seni dan Agama sama-sama mempunyai dua (2) ekspresi yang meliputi formal seperti museum, gereja, kuil, lalu ada informal seperti rumah maupun tempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh masyarakat pada umumnya (sarana umum). Masyarakat dengan tingkat level yang baik lebih memiliki struktur permanen untuk agama dan seni dibandingkan dengan masyarakat dengan tingkat level yang rendah.  


Seni Patung
Gambar diatas merupakan contoh dari hubungan antara seni dan agama. Dapat dilihat bahwa di dalam setiap agama terdapat simbol-simbol seperti patung maupun tanda lainnya yang dibuat dengan cara seni karena bahan-bahannya pun berasal dari semen, kayu, dan batu, maupun lainnya yang harus dipahat dan diukir oleh tangan manusia, terutama yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang seni.  

Disaring dari sumber dibawah ini pada tanggal 25 Maret 2013 pukul 03:48 WIB.
binusmaya.binus.ac.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni

Minggu, 16 Maret 2014

Bahasa

Pengertian Bahasa

Bahasa baik tertulis maupun lisan merupakan sarana utama untuk komunikasiMenulis telah ada selama sekitar 6.000 tahun, namun bahasa telah ada sejak ribuan tahun sebelum itu dan belum ada yang dapat menjabarkan kapan tepatnya. Seperti budaya secara umum, dimana bahasa merupakan bagian yang ditularkan melalui pembelajaran sebagai bagian dari enkulturasi (proses penerusan kebudayaan).  Bahasa didasarkan pada sewenang-wenangasosiasi yang dipelajari antara kata dan hal-hal yang mereka ketahui. 


Asal-usul Bahasa


Meskipun kapasitas untuk mengingat dan menggabungkan simbol ilmu bahasa dapat tidak keliatan dalam kera (Miles 1983) , namun itu merupakan evolusi manusia yang diperlukan untuk benih ini untuk bunga ke dalam bahasa . Sebuah gen bermutasi dikenal sebagai FOXP2 membantu menjelaskan mengapa manusia berbicara dan simpanse tidak ( Paulson 2005) . Peran kunci dari FOXP2 dalam pidato terungkap dalam sebuah studi dari Keluarga Inggris , diidentifikasi hanya sebagai KE, setengah dari yang anggota memiliki warisan yang kurang dalam berpidato ( Trivedi 2001) . Bentuk varian yang sama dari FOXP2 yang ditemukan pada simpanse menyebabkan gangguan ini. Mereka yang memiliki versi bukan pidato dari gen tidak dapat membuat lidah halus dan bibir gerakan yang diperlukan untuk pidato yang jelas. Simpanse memiliki genetik yang sama dengan urutan sebagai keluarga KE anggota dengan pidato defisit . Pembandingan simpanse dan genom manusia, tampak bahwa bentuk pidato - ramah FOXP2 memegang pada manusia sekitar 150.000 tahun yang lalu . Mutasi ini keuntungan selektif diberikan ( linguistik dan kemampuan budaya ) yang memungkinkan mereka yang memiliki itu menyebar dengan mengorbankan mereka yang tidak ( Paulson 2005) . Bahasa menawarkan keuntungan adaptif yang luar biasa untuk Homo sapiens . Bahasa memungkinkan informasi yang disimpan oleh masyarakat manusia melebihi sejauh bahwa dari setiap kelompok bukan manusia . Bahasa adalah kendaraan unik yang efektif untuk belajar karena dengan bisa berbicara tentang hal-hal yang kita tidak pernah mengalami , kita dapat mengantisipasi tanggapan sebelum kita bertemu rangsangan . Adaptasi dapat terjadi lebih cepat dalam Homo dibandingkan primata lain karena berarti adaptif kami lebih fleksibel.



Sistem panggilan terdiri dari sejumlah suara yang dihasilkan sebagai respons terhadap rangsangan tertentu, dimana panggilan yang telah dilakukan tidak dapat digabungkan dengan panggilan yang baru namun dapat direfleksikan berupa respon otomatis terhadap rangsangan tertentu. Pada artikel kali ini saya ingin membahas mengenai adanya hubungan bahasa yang digunakan oleh manusia dengan primata, dimana walaupun seekor primata mempunyai sistem panggilan pula namun saluran vokal mereka tidak cocok sebagai pidato (speech) seperti yang dilakukan oleh manusia, itu dapat diketahui sampai tahun 1960 ,upaya untuk mengajarkan bahasa lisan untuk kera menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan linguistik (Ilmu Bahasa).


Bahasa Isyarat 


Percobaan yang lebih mutakhir telah menunjukkan bahwa kera dapat belajar untuk menggunakan , jika tidak berbicara , bahasa yang benar ( Miles 1983) . Beberapa kera telah belajar untuk berkomunikasi dengan orang melalui cara lain dari bicara salah satu seperti sistem komunikasi (bahasa isyarat) , yang banyak digunakan oleh tuna rungu Amerika . Bahasa isyarat mempekerjakan terbatas jumlah unit gerakan dasar yang analog dengan suara dalam bahasa lisan. Unit ini menggabungkan untuk membentuk kata-kata dan unit yang lebih besar makna . Simpase pertama untuk belajar bahasa isyarat adalah Washoe , Simpanse secara bertahap mengakuisisi kosakata lebih dari 100 tanda-tanda mewakili kata-kata bahasa Inggris (1989). Pada usia dua tahun, Washoe mulai menggabungkan sebanyak lima tanda-tanda menjadi kalimat sederhana seperti " kau, aku , pergi keluar , cepat . "Simpanse kedua yang belajar adalah Lucy , Junior dengan satu tahun Washoe itu . Washoe mengajarkan gerakan dengan simpanse lembaga lainnya, termasuk anaknya Sequoia , Ramping gorila jantan dewasa liar berat 400 pon dan perempuan penuh dewasa dapat dengan mudah mencapai 110 kilogram. Karena itu , psikolog Karya sen Patterson dengan gorila di Stanford Universitas tampaknya lebih berani daripada eksperimen simpanse . Kosakata Koko melampaui dari simpanse apapun. Dia secara teratur mempekerjakan 400 tanda isyarat dan telah digunakan sekitar 700 setidaknya sekali. Siapapun yang berbicara bahasa Inggris segera mengerti arti baru saya kata. Koko , Washoe , Lucy , dan lain-lain memiliki menunjukkan bahwa kera juga mampu menggunakan bahasa produktif . Lucy digunakan gerakan dia sudah tahu untuk menciptakan " drinkfruit " untuk semangka . Simpanse dan gorila memiliki kapasitas dasar untuk bahasa .


Bahasa Manusia :


-Memiliki kapasitas untuk berbicara tentang hal-hal dan kejadian yang tidak hadir(perpindahan).
-Memiliki kapasitas untuk menghasilkan ekspresi baru dengan menggabungkan ekspresi lainnya (produktivitas).
-Apakah kelompok yang spesifik dalam semua manusia yang memiliki kapasitas berbahasa, namun masing-masing komunitas ilmu bahasa memiliki bahasanya sendiri. 


Sistem Panggilan Primata :


-Apakah rangsangan-dependen; panggilan makanan akan dilakukan hanya di hadapan makanantidak dapat dipalsukan. 
-Terdiri dari sejumlah panggilan yang tidak dapat di kombinasi kan untuk menghasilkan panggilan baru. Ketika primata menemukan makanan dan bahaya secara bersamaan , mereka dapat membuat hanya satu menelepon. Mereka tidak dapat menggabungkan panggilan untuk makanan dan bahaya menjadi ucapan tunggal, menunjukkan bahwa keduanya hadir . -Cenderung spesies spesifik , dengan sedikit variasi di antara komunitas dari spesies yang sama untuk setiap panggilan.


Komunikasi Non-verbal


Bahasa adalah sarana utama kami berkomunikasi , tapi itu bukan satu-satunya yang kita gunakan . Kami berkomunikasi ketika kita mengirimkan informasi tentang diri kita kepada orang lain dan menerima informasi tersebut dari mereka . Ekspresi wajah , sikap tubuh ,gerakan , dan gerakan , bahkan jika sadar, menyampaikan informasi dan merupakan bagian dari komunikasi kita gaya . Deborah Tannen ( 1990 ) membahas perbedaan dalam gaya komunikasi Amerika pria dan wanita , dan komentar nya melampaui bahasa. Dia mencatat bahwa gadis Amerika cenderung melihat langsung satu sama lain ketika mereka berbicara , sedangkan laki-laki Amerika tidak. Pria lebih mungkin untuk melihat langsung depan daripada berbalik dan membuat kontak mata dengan seseorang , terutama pria lain , duduk di samping mereka . Juga , dalam kelompok percakapan , Pria Amerika cenderung untuk bersantai, sedangkan wanita Amerika mungkin mengadopsi santai serupa postur dalam kelompok semuanya perempuan , tetapi ketika mereka dengan laki-laki , mereka cenderung untuk menarik kaki mereka dan mengadopsi sikap ketat (Jaim -Jaga Image-). Kinesics adalah studi komunikasi melalui gerakan tubuh , sikap , gerak tubuh , dan ekspresi wajah, dimana memperhatikan tidak hanya apa yang dikatakan , tapi bagaimana dikatakan , dan untuk fitur selain bahasa itu sendiri yang menyampaikan makna . Sebuah antusiasme pembicara disampaikan tidak hanya melalui kata-kata tetapi juga melalui ekspresi wajah , gerak tubuh, dan tanda-tanda lain dari animasi . kami menggunakan gerakan , seperti pukulan tangan , untuk penekanan . Kami menggunakan cara verbal dan non-verbal untuk berkomunikasi suasana hati kita : antusiasme , kesedihan , sukacita , menyesal, dimana terdapat banyak intonasi dalam berbagai komunikasi yang dilakukan (variasi). Di dalam bahasa terdapat juga yang namanya tata kesopanan yang biasa dianut oleh beberapa negara yang ada yang dapat kita ketahui bukan hanya dari pengucapan bahasa mereka yang santun namun dengan perilaku yang dapat dilihat dari gerakan tubuh yang dimunculkan seperti menunduk jika melewati orang yang lebih tua dan sebagainya. Dari situ kita dapat mengetahui bahwa bahasa dalam berkomunikasi dapat disampaikan dalam berbagai variasi yang ada dengan penyampaian yang sesuai. 


Disaring dari sumber dibawah ini pada tanggal 16 Maret 2014 pukul 05:50 WIB. 

binusmaya.binus.ac.id
http://suksesantropologi.blogspot.com/2013_10_01_archive.html